SuaraSulsel.id - Pendakwah terkenal ustad Das'ad Latif marah kepada Petugas KPPS di Kota Makassar. Videonya viral di media sosial.
Diduga Ustad Das'ad Latif marah karena ada warga dari luar Sulawesi Selatan yang tidak dibolehkan memilih calon presiden.
Dalam video yang beredar, Ustad Das'ad Latif terlihat merekam situasi TPS dan menyampaikan sejumlah kata-kata kekecewaan kepada petugas KPPS.
"Setahu saya, yang saya baca, kalau dia bukan warga di situ dia boleh memilih presiden dan DPD. Tidak bisa dilakukan memilih anggota kota dan kabupaten, masa kau peraturan kau tidak tahu," kata Ustad Das'ad Latif dalam video yang beredar, Rabu 14 Februari 2024.
"Bagaimana ceritanya kau tidak tahu aturannya," kata Das'ad Latif dalam video
Anggota KPU Makassar M Abdi Goncing mengatakan, Ustad Das'ad Latif bisa memilih karena KTP yang digunakan adalah KTP Kota Makassar.
Namun menurut laporan dari petugas KPPS, keluarga Ustad Das'ad Latif yang berasal dari luar pulau Sulawesi tidak bisa memilih. Karen mereka tidak melapor untuk pindah lokasi memilih.
Abdi mengatakan, KPU Makassar sudah melakukan sosialisasi menggunakan semua fasilitas. Bahkan sosialiasi di masjid. Agar warga dari luar pulau Sulawesi melapor jika ingin pindah lokasi memilih.
"Pemilih tambahan melapor 15 Januari dan 7 Februari. Sudah dijelaskan tapi tidak mau mengerti," kata Abdi kepada Suara.com
Baca Juga: Pertama Kali Ikut Pemilu, Ini yang Dirasakan Pemilih Pemula Fahm Ara Bilqis
Peristiwa Ustad Das'ad Latif marah ke petugas KPPS disebut terjadi di TPS 10 Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Razia WNA, Aparat Gabungan Sangihe Kepung Area Tambang Bowone
-
Kronologi Penjual Sate Diamuk Warga di Makassar, Polisi Sampai Kewalahan
-
Efek Domino Kenaikan Harga Tiket Pesawat: Okupansi Hotel Hingga UMKM Terancam
-
Polisi Bongkar Jalur Sabu Malaysia-Makassar, Residivis Kembali Ditangkap
-
Kolaka Wajibkan ASN Bersepeda Tiap Hari Kamis