Data menunjukkan adanya tren peningkatan jumlah masyarakat yang menginginkan pemilihan presiden dilakukan dalam satu putaran. Dalam survei ini, saat ditanya berapa putaran Pilpres yang disukai, sebanyak 79,9 persen menjawab satu putaran, sementara yang menjawab dua putaran sebesar 16,6 persen, dan sisanya tidak mempermasalahkan jumlah putaran (2,3 persen), atau tidak menjawab (1,2 persen).
Alasan lebih menyukai pemilihan presiden dalam satu putaran adalah karena lebih cepat memberikan kepastian terkait siapa yang akan menjadi presiden selanjutnya (41,2 persen), menghemat biaya (29,2 persen), mengembalikan pemerintahan dan layanan publik ke keadaan normal (13,6 persen), dan mengurangi ketegangan di masyarakat (12,1 persen). Mayoritas masyarakat (70,3 persen) juga yakin bahwa pemilihan presiden akan selesai dalam satu putaran, sementara 25,3 persen lainnya menyatakan tidak yakin, dan 4,4 persen tidak menjawab.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor
-
Temuan Mencurigakan di Pemkot Makassar, Appi Janji Bongkar Habis 'Anomali'
-
Hari Pahlawan 2026, Cucu Bau Massepe Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan
-
Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting
-
Barang Penumpang Sriwijaya Air Hilang di Bandara Sultan Hasanuddin