SuaraSulsel.id - Ismail Bachtiar adalah salah satu anak muda yang kembali memutuskan menjadi calon legislatif di Pemilihan Legislatif 2024.
Kali ini Ismail Bahtiar ingin naik kelas. Menjadi caleg DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) daerah pemilihan wilayah Sulawesi Selatan II, meliputi Barru, Bulukumba, Bone, Maros, Pangkep, Sinjai, Soppeng, Wajo dan Parepare.
Pendiri lembaga Rektor Institut ini adalah anggota Komisi E DPRD Sulsel.
Ismail menceritakan pengalamannya di Pileg 2019 lalu, yang terpilih menjadi wakil rakyat tanpa mengeluarkan banyak uang. Ia hanya memanfaatkan media sosial dan tidak memasang atribut sama sekali.
"Sekarang ini terkesan bahwa kita tidak bisa duduk, tidak bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat kalau gak punya duit. Padahal ada banyak kader potensial dari sejumlah partai yang duduk berbekal silaturahim, bukan karena uang yang banyak," ujarnya.
"Saya sudah membuktikan di 2019 kemarin, dengan biaya yang pas-pasan, biaya tidak sampai miliar (hanya ratusan juta), alhamdulillah ada 16 ribu masyarakat yang menitipkan amanahnya ke saya," kata Ismail.
Ismail mengatakan pada Pemilihan Legislatif tahun 2019, Ismail tidak memasang atribut seperti spanduk dan baliho. Ia hanya memanfaatkan peluang di media sosial yang dampaknya diyakini jauh lebih besar.
Pada pemilihan sebelumnya, target Ismail Bahtiar adalah pemilih pemula. Ia kemudian membuat konten di akun media sosial yang bisa jadi daya tarik Gen Z.
"Segmentasi kami adalah pemilih pemula. Kenapa? karena rata-rata usia anak pemilih pemula itu menghabiskan waktunya sekitar 8 jam memegang gadget. Jadi, tidak ada sama sekali atribut, hanya belajar soal konsep di media sosial," sebutnya.
Baca Juga: Bahtiar Baharuddin Target Sulawesi Selatan Ekspor Pisang Cavendish Tahun Depan
Lebih jauh ia menjelaskan soal kampanye di media sosial. Ismail mengatakan bisa menganalisa suara setiap daerah di dapil lewat media sosial analis.
"Awal nyaleg dulu hanya 30 ribu followers, kemudian dalam waktu tiga tahun naik jadi 69 ribu followers saat ini. Artinya ada impression yang kita sajikan," kata Ismail.
Begitu pun dengan respon masyarakat terhadap konten yang dibuat. Lewat media sosial juga, ia bisa tahu keluhan dan kebutuhan masyarakat.
"Itu kan lebih efektif dibanding hanya datang ketemu. Bukan tidak mau (bertemu), tapi menurut saya pertemuan tatap muka dan juga dibarengi dengan kampanye media sosial ini adalah komplimen yang komplit. Supaya masyarakat tidak hanya menilai kalau kita ini datang hanya karena sekadar caleg, tapi bisa juga jalin persaudaraan," tuturnya.
Pada Pileg 2019 lalu, ia mampu meraup 16 ribu suara. Ismail melaju ke kursi DPRD Sulawesi Selatan lewat PKS di Dapil 7 Sulsel.
Menurutnya menjadi caleg adalah jalan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Walaupun persaingan di Dapil II sangat berat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Pemkot Kendari Resmi Larang Pengecer Jual BBM Subsidi
-
Geng Motor Makin Brutal, Polisi Makassar Diserang Busur hingga Patah Tangan
-
Cek Fakta: Benarkah E-Tilang Mulai Berlaku di Makassar? Polisi Buka Suara
-
BRI dan Syailendra Capital Bahas Peluang Investasi Syariah di Sharia Wealth Forum 2026
-
Dibekingi Siapa? 3 Ton Sianida Asal Filipina Masuk Gorontalo