SuaraSulsel.id - Ketua Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Masrurah Mokhtar mengaku menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh Basri Modding saat menjabat sebagai Rektor. Parahnya, aksinya dibantu oleh para wakil rektor.
Hal tersebut dikatakan Masrurah usai menyerahkan surat keputusan kepada pelaksana tugas (Plt) Rektor UMI Profesor Sufirman Rahman, Selasa, 10 Oktober 2023.
"Ada banyak hal. Ada (dugaan korupsi) pembangunan, tapi kami belum bisa mengungkapkan sekarang. Ada memang sudah terbukti (dari) tim pencari fakta," ujarnya.
Masrurah mengaku sudah membentuk tim pencari fakta untuk mengusut laporan tersebut. Tim itu terdiri dari tujuh orang dosen fakultas hukum.
Tim bertugas untuk mencari barang bukti. Hingga kini mereka masih melakukan audit. Jika terbukti, maka bisa saja kasus ini diserahkan ke aparat penegak hukum.
"Ya (akan dilaporkan), tapi kita akan bicara dengan pembina, pengawas yayasan dan akan melakukan tindakan punishment atau memberikan sanksi," ungkapnya.
Mantan Rektor UMI itu menegaskan pihak yayasan tidak mencopot Basri Modding. Hanya menonaktifkan sementara dan menunjuk pelaksana tugas agar audit bisa berjalan lancar.
"Jadi sebenarnya pelaksana tugas saja, jangan dibahasakan pencopotan. Tidak ada pencopotan. Yang ada itu penonaktifan atau pemberhentian sementara, karena kita mau melakukan audit internal secara menyeluruh, secara total, secara bebas, itulah sebabnya kita menonaktifkan," jelasnya.
Masrurah mengaku sengaja tidak memberikan kepercayaan kepada para wakil rektor. Karena mereka diduga turut terlibat.
Baca Juga: Prof Sufirman Rahman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Universitas Muslim Indonesia
"Ada indikasi mereka terlibat ikut membantu," bebernya.
Diketahui sebelumnya, Prof Basri Modding diberhentikan dari jabatannya sebagai Rektor UMI. Padahal jabatannya baru akan berakhir pada 2026.
Basri Modding sudah dua periode menjabat sebagai rektor. Ia dilantik pada Juni 2022 lalu untuk kedua kalinya.
Ada dugaan pemberhentian Basri berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi. Tim internal yayasan saat ini disebut masih melakukan audit kepada yang bersangkutan.
Sejumlah pimpinan lembaga di kampus tersebut menginginkan agar Basri Modding diberhentikan. 12 dari 14 dekan dan Direktur PPs menandatangani mosi tidak percaya terhadap Basri Modding sebagai rektor UMI.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Nusron Wahid Masih Bisa ke Luar Negeri, KPK Pertimbangkan Statusnya sebagai Menteri
-
Ini Syarat Anak Disabilitas Masuk Sekolah Rakyat
-
Buruh Sulsel Tuntut UMP 2027 Naik 9,5 Persen
-
Jokowi Tunjukkan Ijazah Depan Wajah Roy Suryo
-
Harga Cabai Mulai Pedas Jelang Nataru! Warga Diimbau Simpan Cabai Beku di Freezer