SuaraSulsel.id - Muhammad Fadli Sadewa, bocah 11 tahun di Kota Makassar diculik dan dibunuh. Ia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa pada Selasa, 10 Januari 2023 lalu.
Kerabat korban, Irnawati (33) mengatakan Dewa adalah anak yang baik dan penurut. Walau masih di bawah umur, pelajar kelas V SD itu merupakan sosok pekerja keras.
Kata Irnawati, Dewa dan teman-temannya menjadi penjaga parkir di Indomaret dekat rumahnya. Hasilnya lalu dikumpulkan untuk membeli peralatan sekolah, juga untuk jajan.
"Kalau pulang sekolah dia jaga parkiran sama temannya sampai tutup Indomaret," ujarnya.
Ia melanjutkan kedua orang tuanya sudah berpisah sejak Dewa masih balita. Ibunya merantau ke Malaysia dan ayahnya menikah lagi.
"Sekarang diasuh oleh neneknya dan saya," jelasnya.
Irnawati menceritakan, saat kejadian pada hari Minggu, 8 Januari 2023, Dewa dan sepupunya sedang bermain di Indomaret Batua Raya. Tiba-tiba sepupunya datang terburu-buru mengatakan Dewa dikasih uang dan dibawa orang.
"Kejadiannya sore. Sekitar jam lima (sore). Sepupunya bilang Dewa dikasih uang baru dibawa orang," katanya.
Hingga jam 20.00 Wita, Dewa tak kunjung pulang. Semua teman-temannya juga tak mengetahui keberadaannya.
Keesokan harinya, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Hingga mereka mendapati kabar Dewa sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Irnawati mengaku tak habis pikir para pelaku bisa tega menghabisi nyawa ponakannya. Ia berharap polisi bisa menghukum pelaku dengan seberat-beratnya.
"Kami sangat tidak terima, nyawa harus dibayar nyawa. Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya," tegasnya berurai air mata.
Muhammad Fadli Sadewa diketahui dibunuh oleh dua orang remaja di Kota Makassar. Mereka adalah AD dan MF.
Korban ditemukan terbungkus plastik di bawah jembatan menuju Kolam Regulasi Nipa-nipa, Moncongloe, Maros. Ia sebelumnya dinyatakan hilang sejak hari Minggu.
Motif pembunuhan karena pelaku hendak menjual organ tubuh korban. Pelaku diketahui terinspirasi dari internet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar