SuaraSulsel.id - AJI Kota Makassar sebagai lembaga profesi jurnalis yang telah dipercayakan korban. Untuk mendampingi kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami saat melakukan proses peliputan.
"Karena itu AJI berkomitmen untuk memproses kasus ini hingga korban mendapat pemulihan dan keadilan," kata Didit Hariyadi, Ketua AJI Makassar dalam siaran persnya, Senin 12 Desember 2022.
Hingga kini tidak ada itikad baik dari pelaku yang diduga adalah seorang pegawal pengaman Bakal Calon Presiden. Untuk meminta maaf secara langsung kepada korban.
Karena itu, AJI Makassar memutuskan untuk melibatkan LBH Pers Makassar dan LBH Makassar untuk bersama-sama membangun koalisi, mengawal, dan memproses kasus ini. Hingga korban mendapatkan keadilan atas pelecehan seksual yang dialami korban.
Divisi Gender, Anak, dan Kelompok Marginal AJI Makassar juga terus memastikan penanganan dan layanan pemulihan tetap diterima oleh korban.
Sebab, layanan psikologis terhadap korban penting untuk memulihkan kondisi mental pasca pelecehan yang dialami.
Adapun langkah yang akan ditempuh AJI Makassar bersama lembaga hukum untuk mendampingi korban yakni :
1. Menunggu itikad baik dari terduga pelaku untuk meminta maaf secara langsung kepada korban
2. Meminta dukungan kepada jaringan seperti organisasi perempuan dan sejumlah lembaga yang selama ini konsen pada perjuangan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan. Termasuk membuka dukungan dari individu, aktivis perempuan untuk bersama-sama mengawal kasus ini.
3. Solidaritas dari seluruh media (cetak,online, dan elektronik) tidak kalah penting untuk turut mendukung dan mengawal bersama kasus ini. Sebab, setiap jurnalis perempuan di perusahaan media mana pun mereka, pelecehan seksual sangat rentan dialami pewarta perempuan.
4. AJI Makassar bersama lembaga hukum akan mengkaji persoalan ini untuk kemungkinan diperkarakan dalam UU TPKS
Baca Juga: Miris! Mahasiswi Ini Alami Pelecehan Seksual di Kampus Universitas Gunadarma
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kenapa Paus Pembunuh Tiba-Tiba Muncul di Perairan Bunaken? Ini Jawaban Ahli
-
Heboh! Dua Notaris di Sulbar Diperiksa Polda Metro Jaya, Ada Apa ?
-
Ini 'Harta Karun' Penyumbang Terbesar Pajak di Sulawesi Selatan
-
500 ASN Pemprov Sulsel Siap Jadi 'Tentara Cadangan'
-
Pria di Gowa Tega Cabuli Mertua Sendiri Jelang Sahur, Naik ke Atap Rumah Saat Ditangkap