SuaraSulsel.id - Provinsi Sulawesi Selatan membentuk dan mengukuhkan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Setelah terlebih dahulu terbentuk oleh Provinsi Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Riau.
KDEKS bertujuan menjadi katalisator untuk membangun dan menguatkan sinergi. Antara para pemangku kepentingan bagi percepatan pengembangan Ekonomi Syariah di daerah khususnya di Sulawesi Selatan. Bertempat di Aula Al Jibra Universitas Muslim Indonesia, Makassar.
Dalam pidatonya Wapres RI KH Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah sangat serius untuk memajukan pembangunan ekonomi dan keuangan syariah. Tidak hanya membentuk di tingkat pusat melalui KNEKS, tetapi juga ke daerah dengan adanya KDEKS.
Lebih lanjut, KH Ma'ruf Amin mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Sulsel, sekitar 4,65 persen dan tetap kuat walau ada badai pandemi.
Menurut Ma'ruf, ekonomi Sulsel bertumbuh impresif, sehingga optimis dengan potensi yang dimiliki, Sulsel diyakini mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia timur.
“Oleh karena itu, saya harap di bidang perbankan, Bank Sulselbar sudah harus dikonversi menjadi bank syariah, sama seperti provinsi lainnya di Aceh, Riau, dan NTB, semoga dalam waktu dekat ini terlaksana,” ujar mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia tersebut.
Lebih lanjut, Ma'ruf menambahkan kehadiran KDEKS Sulsel harus mampu menggerakan sektor usaha syariah di kalangan pelaku UMKM, mempercepat sertifikasi halal di kalangan dunia usaha, potensi wisata halal, dan kawasan industri.
KDEKS terdiri dari perwakilan berbagai latar belakang seperti akademisi, pengusaha, perwakilan OPD, dan tokoh ulama, serta organisasi keislaman dan kemasyarakatan.
Ketua atau penanggung jawab adalah Sekretaris Daerah Abdul Hayat Gani, didampingi sekretari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov Sulsel, didampingi asisten administrasi Setda Prov Sulsel, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Sulsel.
Baca Juga: Lowongan Kerja BTPN Syariah Akhir Tahun 2022, Terbuka untuk Lulusan SMA dan SMK
Selanjutnya ditunjuk jajaran Direktur dan kepala divisi, Direktur Eksekutif oleh Mukhlis Sufri, Wakil Direktur Eksekutif M.Rusdi.
Selanjutnya nama-nama jajaran Direktur dan Kepala Divisi KDEKS Sulsel periode 2022-2027 adalah Abd.Rauf Muhammad Amin, Tajuddin Abdullah, Abdul Gaffar Lewa, Verawati, Kamaruddin, Safri Haliding, Nurhayati Azis, A.Nur Bau Massepe, Faizal Risa Basalamah, dan Nasrullah Bin Sapa.
Disaksikan Direktur Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) Taufik Hidayat, Direktur Infrastruktur dan Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat beserta Ketua Baznas Indonesia, Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulsel dan Gubernur Sulawesi Selatan, Walikota Makassar, Forkopimda Sulsel, Rektor Universitas Muslim Indonesia beserta jajarannya.
Kontributor: AM Nur
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
Terkini
-
Bareskrim Polri Hentikan Aktivitas Tambang PT WIN di Konawe Selatan
-
Ini Motif Suami di Konawe Selatan Aniaya Istri Hingga Meninggal
-
Hadiri Sannipata Waisak 2026, Andi Sudirman Apresiasi Kontribusi Permabudhi ke Pembangunan Daerah
-
Pelaku Pencabulan dan Pembunuhan Anak di Makassar Terancam Penjara Seumur Hidup
-
Gubernur Sulsel Serahkan Rp1 Miliar untuk Pemulihan RSUD Syekh Yusuf Gowa