Pemain Jerman rayakan gol Ilkay Gundogan ke gawang Jepang dalam pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 yang digelar di Khalifa International Stadium, Rabu (23/11/2022). [AFP]
Kami hanya bisa menyalahkan diri kami sendiri – kami harus memastikan kami bisa keluar dari sini, kami harus berani, kami membutuhkan agresi dalam permainan yang diperlukan di Piala Dunia.
Ini kekecewaan besar. Kami berada di jalur yang benar di babak pertama, kami memiliki 78 persen penguasaan bola dan unggul, kemudian kami memiliki peluang bagus di babak kedua dan tidak memanfaatkannya.
"Jepang lebih efisien hari ini, kami membuat kesalahan yang seharusnya tidak kami lakukan, terutama di Piala Dunia. Saya cukup yakin kami bisa melakukannya lebih baik - kami harus melakukannya lebih baik. Kami memiliki kualitas, tetapi kami harus mempertahankannya," ujar Flick.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Di Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Selamat dari Serangan Maut yang Tewaskan Suami dan Anak, Begini Kondisi Nurhanisa
-
Rumah Sakit Rp161 Miliar Mulai Dibangun di Gowa, Pasien Tidak Harus ke Makassar