Pemain Jerman rayakan gol Ilkay Gundogan ke gawang Jepang dalam pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 yang digelar di Khalifa International Stadium, Rabu (23/11/2022). [AFP]
Kami hanya bisa menyalahkan diri kami sendiri – kami harus memastikan kami bisa keluar dari sini, kami harus berani, kami membutuhkan agresi dalam permainan yang diperlukan di Piala Dunia.
Ini kekecewaan besar. Kami berada di jalur yang benar di babak pertama, kami memiliki 78 persen penguasaan bola dan unggul, kemudian kami memiliki peluang bagus di babak kedua dan tidak memanfaatkannya.
"Jepang lebih efisien hari ini, kami membuat kesalahan yang seharusnya tidak kami lakukan, terutama di Piala Dunia. Saya cukup yakin kami bisa melakukannya lebih baik - kami harus melakukannya lebih baik. Kami memiliki kualitas, tetapi kami harus mempertahankannya," ujar Flick.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Ormas Islam akan Laporkan Ade Armando, Abu Janda dan Grace Natalie
-
HUT Luwu Utara: Andi Sudirman Hadiahkan Jalan, Rute Pesawat, hingga Irigasi Miliar Rupiah
-
[CEK FAKTA] Menag Nasaruddin Umar Larang Sembelih Hewan Kurban dan Minta Diganti Uang?
-
Sulsel Raih Penghargaan Tanggap Bencana Nasional, Gubernur Sulsel: Hasil Kerja Kemanusiaan Bersama
-
ISNU Kritik Rencana Penutupan Prodi Kependidikan: Jangan Hanya Kejar Target Industri