SuaraSulsel.id - Tunjangan sertifikasi triwulan III guru di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, sudah dicairkan.
Mengutip Telisik.id -- jaringan Suara.com, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Muna, Haswa mengaku, pencairan sertifikasi triwulan III mengalami keterlambatan. Dikarenakan terkendala proses validasi kelayakan berdasarkan surat keputusan penerima tunjangan sertifikasi.
"Harusnya triwulan ketiga diterima pada bulan September," kata Haswa, Senin (21/11/2022).
Total dana sertifikasi yang telah dicairkan sebesar Rp17 miliar untuk kurang lebih 1.700 guru. Mulai dari TK hingga SMP.
Besaran tunjangan yang diterima guru bervariasi, tergantung gaji pokok dan golongan.
"Dananya langsung masuk ke rekening masing-masing," ujarnya.
Kini, sertifikasi masih tersisa triwulan IV periode Oktober-Desember yang belum terbayarkan.
"Administrasinya sudah diproses. InsyaAllah Desember bisa dibayarkan," terangnya.
Plt Kadikbud Muna, Samaul Baid menerangkan, dari total 1.700 guru, masih ada sekitar kurang lebih 70 orang yang belum menerima sertifikasi triwulan III. Penyebabnya, data mereka belum valid. Namun, tidak jadi masalah.
"Tetap mereka akan terima ketika datanya sudah valid. Bisa jadi akan dirapel dengan triwulan IV," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Muna Bachrun Labuta mengaku, telah mengintruksikan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Agar tidak menunda-nunda pencairan tunjangan sertifikasi. Bila administrasinya lengkap.
"Tunjangan sertifikasi guru ini harus diprioritaskan. Ingat, kita tidak bisa seperti saat ini, bila tidak ada guru," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Saksi Sejarah Konflik Poso-Ambon Buka Suara Soal Polemik Ceramah Jusuf Kalla: Tidak Masuk Akal..
-
Merajalela dan Resahkan Warga, Aksi Premanisme Jukir Liar di Pelabuhan Makassar
-
9 Langkah Antisipasi Warga Gorontalo Utara Menghadapi Kemarau Panjang
-
Gubernur Sulsel: Enrekang Harus Tumbuh Lewat Pertanian dan Infrastruktur
-
12 Fakta Penting KLB Campak di Sulsel: 1.304 Kasus, Empat Daerah Berstatus Darurat