SuaraSulsel.id - Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara, Afrida Erna Ngato, mengaku kecewa. Karena Presiden Jokowi tidak hadir dalam pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Stadion Barnabas Youwe Sentani, Jayapura, Papua, Senin 24 Oktober 2022.
“Jujur saja saya kecewa pak Presiden (Jokowi). Kekecewaan ini mewakili seluruh masyarakat adat dari seluruh Indonesia dan saya bisa menjamin kalau mereka juga kecewa,” kata Afrida Erna disela-sela pembukaan kongres.
Mengutip Kabarpapua.co -- jaringan Suara.co, menurut dia, Presiden Jokowi pernah mengingkari janjinya waktu kongres di Medan.
“Padahal waktu menang di periode pertama kita semua memberikan dukungan,” ungkap Afrida Erna Ngato.
Baca Juga: Polisi Gadungan Ditangkap Saat Pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara di Papua
Kekecewaan juga diutarakan Kepala Suku Masyarakat Adat Pagi itu. “Presiden Jokowi dalam setiap kesempatan di HUT RI selalu mengagungkan baju adat tetapi dari aspek kebijakan tidak bersama masyarakat adat,” kesalnya.
Ia mencontohkan, tanah-tanah masyarakat adat yang dirampas hingga masyarakat di hutan dan daerah terpencil harus berhadapan dengan pengusaha kebun kelapa sawit dan tambang.
“Mungkin negara juga butuh hasil tambang dan hutan untuk hidup tetapi bukan dengan cara merampas,” ujar dia.
Sekretaris Jenderal AMAN, Ruka Sombolinggi dalam sambutannya mengatakan, KMAN adalah agenda masyarakat adat, bukan agenda pemerintah. Karena itu, KMAN VI akan dibuka secara resmi oleh Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Provinsi Papua.
Ruka menyebut, ketidakhadiran Presiden Jokowi dalam pembukaan kongres masyarakat adat ini membuat berbagai agenda penting yang telah disiapkan oleh panitia terpaksa dibatalkan.
Baca Juga: PDIP Tak Beri Kepastian, Ganjar Pranowo-Mahfud MD Maju Pilpres 2024 Didukung Ulama NU, Benarkah?
Seperti penyerahan kodefikasi 14 kampung adat, peta wilayah adat, penyerahan sertifikat wilayah adat, dan pembukaan kuliah umum Universitas Adat Papua-Indonesia.
Berita Terkait
-
Solidaritas Merauke: Ratusan Masyarakat Adat Bersatu Tolak PSN yang Mengancam Hak dan Lingkungan!
-
RUU Polri dan RUU Penyiaran Picu Perdebatan, Survei Kawula17: Mayoritas Publik Dukung RUU Perampasan Aset dan RUU PPRT
-
Hutan Mangrove Lestari, Ekonomi Masyarakat Adat Kaltim Kuat Berkat Beasiswa Kemitraan Baznas
-
DPR Minta Kepala OIKN Pikirkan Masyarakat Adat: Jangan sampai Kita Dikutuk
-
Penertiban Kawasan Hutan Bercorak Militeristik, Masyarakat Adat Terancam?
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Rahasia Desa Wunut Klaten Berdaya dengan BRI dan Sejahterakan Warganya
-
Mudik Nyaman Tanpa Khawatir! Ini Upaya Polres Majene Jaga Rumah Warga Selama Libur Lebaran
-
Drama PSU Palopo: Bawaslu Desak KPU Diskualifikasi Calon Wakil Wali Kota?
-
Berpartisipasi dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Minyak Telon Lokal Kini Go Global
-
Primadona Ekspor Sulsel Terancam! Tarif Trump Hantui Mete & Kepiting