SuaraSulsel.id - Mete kupas dan daging kepiting jadi komoditas unggulan asal Sulawesi Selatan yang setiap tahun diekspor ke Amerika Serikat.
Dari data Dinas Perdagangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, ada 10 komoditas ekspor unggulan asal Sulawesi Selatan ke Amerika selama ini.
Komoditas itu diantaranya Agar agar, biji kopi, carragenan, cumi-cumi, daging kepiting, gurita, ikan olahan, ikan segar, mete kupas dan udang segar beku.
Nilai ekspor Sulsel ke Amerika pada tahun 2024 mencapai angka 8,1 miliar US$. Angka itu diprediksi naik tahun 2025 sebesar 9,2 miliar US$.
Paling diminati yaitu mete kupas dan daging kepiting.
"Yang jadi primadona kita ke Amerika selama ini itu olahan laut dan kacang mete. Permintaan mereka (US) tiap tahunnya selalu tinggi," kata Kepala Dinas Perdagangan Pemprov Sulawesi Selatan, Ahmadi Akil, Jumat, 4 April 2025.
Kata Ahmadi, tahun lalu, Sulsel mengekspor 271,16 ton kacang mete dengan nilai US$ 1,3 juta dan daging kepiting 89,13 ton dengan nilai US$ 2,3 juta.
Disusul ikan olahan 205,25 ton dengan nilai US$ 1,6 juta, 179,35 ton gurita sebesar 1,02 juta US$, dan udang segar beku 64,56 ton sebesar 630.000 US$.
Adapula agar agar 234.166 US$, carragenan 648.332 US$, ikan segar 243.432 US$, cumi-cumi 20.344 US$, dan biji kopi.
Baca Juga: Ikut dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Tangkal Kawung Produksi Gula Aren Sejak 2018
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif barang impor yang masuk ke AS tahun ini.
Kenaikan tarif ini berlaku bagi negara yang mencatatkan surplus tinggi dengan AS, termasuk Indonesia.
Tarif yang dibebankan oleh AS kepada Indonesia sebesar 32 persen. Tarif itu disebut sebagai timbal balik atas tarif yang diberlakukan Indonesia terhadap barang dari AS, yang diklaim mencapai 64 persen.
Angka tarif yang dikenakan ke Indonesia hanya berbeda 2 persen dari China, yang berjumlah 34 persen, dan juga lebih kecil dibanding Thailand sebesar 36 persen, Sri Lanka 44 persen, Vietnam 46 persen, dan Kamboja 49 persen.
Imbasnya, komoditas di atas akan terkena dampak karena kebijakan Trump. Lantas bagaimana nasib komoditas ekspor di Sulawesi Selatan?
"Tentu akan sangat berpengaruh. Ekspor kita ke Amerika akan seret," jawab Ahmadi Akil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif
-
Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara
-
Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata
-
Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat
-
Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal