Anda bisa menempelkan label di wadah tersebut seperti wadah khusus daging ayam, wadah khusus daging sapi, wadah khusus bawang merah, wadah khusus cabai, wadah khusus ikan, dan lain-lain. Selain itu, ada juga wadah khusus telur yang menjaga agar telur tidak pecah meski terguncang-guncang.
3. Tentukan Makanan Siap Saji atau Siap Olah
Sebagai pemula, Anda mungkin masih tidak yakin apakah makanan yang Anda masak di hari minggu akan tetap bagus dan terasa enak jika dikonsumsi enam hari setelahnya. Meski sudah disimpan di dalam wadah yang aman dan dingin di lemari es.
Ada tips yang bisa dilakukan, seperti membagi tiga hari dengan makanan siap saji yang tinggal dihangatkan, sedangkan tiga hari selanjutnya adalah bahan siap olah. Hal ini akan mudah dilakukan jika Anda sudah membuat jadwal menu terlebih dahulu.
Baca Juga: Konsumsi Bahan Makanan Ini untuk Cegah Kanker Payudara
Beberapa olahan makanan seperti ayam pok-pok, chicken katsu, dan karaage bisa disimpan di kulkas dan tinggal dihangatkan kembali menggunakan air fryer, oven, ataupun goreng dengan minyak. Namun beberapa sayur seperti sayur asem, dan sayur lodeh akan lebih nikmat jika diolah pada hari yang sama sayur tersebut akan dimakan.
Untuk menyiasati hal ini, Anda juga bisa memakai strategi memasak protein dan menyiapkan bahan sayuran siap olah. Protein memang lebih tahan lama disimpan jika sudah dimasak. Rendang sebagai contoh bahkan bisa disimpan hingga satu bulan lamanya dan tetap terasa nikmat setelah dihangatkan.
4. Pahami Trik-Trik Meal Prep
Agar bahan yang Anda beli tidak mudah basi, Anda perlu mempelajari sifat-sifat sayur atau buah masing-masing. Sebagai contoh, sayur-sayuran dan daun bawang dikenal cepat layu. Namun, jika Anda ingin menyimpannya cukup lama Anda bisa membersihkan serta menyiangi sayur tersebut. Setelahnya, simpan ke dalam wadah yang sudah dilapisi oleh tisu bagian bawah dan juga atas. Cara ini disebut sukses membuat sayuran tersebut tetap segar ketika dibuka meski sudah beberapa hari.
Jenis sayuran lain yang cocok untuk meal prep adalah mereka yang terasa keras dan padat seperti wortel, kacang panjang, dan juga labu siam. Sedangkan sayur-sayuran yang lunak seperti tomat tidak cocok dipotong-potong dan disimpan.
Baca Juga: Minta Sayur Banyak, Penampakan Mi Ayam Pembeli Ini Bikin Ngakak
Selain itu, bawang putih juga bisa disimpan sedangkan bawang merah ada beberapa orang yang mengatakan tidak. Agar lebih mudah, Anda bisa mengolahnya menjadi bumbu putih, bumbu merah, atau bumbu hijau. Bumbu-bumbu ini bisa dipakai untuk menumis, membuat semur, hingga nasi goreng.
Berita Terkait
-
BPOM Indonesia: Peran, Tugas, dan Kontribusinya dalam Menjaga Kesehatan Masyarakat
-
20 Alasan Berat Badan Tidak Turun-Turun, Bagaimana Mengatasinya?
-
Nikmati Manisnya Mochi Es Krim Mangga di Momen Kebersamaan yang Spesial
-
Menjaga Kesehatan Saat Lebaran: Cara Cerdas Menikmati Hidangan Tanpa Risiko
-
Wajib Coba, 6 Hidangan Lebaran Unik di Purwodadi yang Bikin Ketagihan
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Berpartisipasi dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Minyak Telon Lokal Kini Go Global
-
Primadona Ekspor Sulsel Terancam! Tarif Trump Hantui Mete & Kepiting
-
Alarm Pagi Bikin Stres? Ini 9 Trik Jitu Kembali Produktif Setelah Liburan
-
BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Wilayah Luwu Timur
-
Terungkap! Penyebab Karyawan Perempuan Tewas Tergantung di Kamar Kos Makassar