SuaraSulsel.id - Aksi demonstransi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) berakhir ricuh. Massa yang berasal dari perwakilan organisasi kepemudaan dan lembaga mahasiswa bahkan menguasai gedung DPRD setempat.
Massa gabungan tersebut, sebelum masuk ke gedung DPRD sempat melakukan aksi dorong-dorongan dengan petugas dari Satpol PP dan personel Polres Kolaka Utara. Mereka berusaha menyampaikan aspirasi melalui rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota DPRD setempat, namun tak terwujud karena anggota DPRD tidak berada di tempat.
Emosi massa pun memuncak, demonstran kemudian memaksakan diri masuk dan menduduki ruang rapat paripurna DPRD.
"Mana anggota DPRD Kolaka Utara yang jumlahnya 25 orang? Mengapa tidak ada satu orang pun yang menerima kami. Jangan karena jumlah kami sedikit, lantas mengabaikan aspirasi yang kami bawa hari ini," teriak seorang demonstran, Aldin seperti dikutip Telisik.id-jaringan Suara.com pada Senin (5/9/2022).
"Gedung ini milik rakyat, siapa pun berhak masuk dalam ruang ini untuk menyampaikan aspirasi masyarakat," katanya.
Emosi demonstran mereda saat ditemui Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat Baharuddin dan Sekertaris DPRD (Sekwan) Tahrim Hodi untuk memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran pimpinan DPRD dan ketua fraksi.
Dalam penjelasannya, sekwan menegaskan, jika ruang paripurna adalah tempat istimewa yang peruntukannya hanya saat rapat istimewa, bukan tempat penyampaian aspirasi.
"Kami telah menyiapkan ruang aspirasi, silahkan kesana, berapa pun jumlah kalian kami siap terima, tapi kalau di ruangan aspirasi, kami tidak bisa menerima anda karena tempat ini ruang istimewa dan hanya untuk rapat istimewa. Apa salahnya kalau kalian kami terima di ruang aspirasi," terangnya.
Ia juga menyampaikan, kalau unsur pimpinan DPRD tidak berda di tempat sehingga tidak dapat menerima aspirasi.
Baca Juga: Gelombang Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM, Ricuh Dekat Istana Hingga Duduki Ruang Sidang DPRD
"Saat ini unsur pimpinan lagi Dinas Luar (DL), Fraksi PPP mengikuti rapat partai di Jakarta sampai tanggal 7, sementara yang lain berada di Kendari. Tapi perwakilan Demokrat siap menerima aspirasi adik-adik," ujarnya.
Namun, pernyataan sekwan tak digubris lantaran massa tetap menginginkan masuk ke ruang paripurna atau menghadirkan semua anggota fraksi.
"Kami mundur dan siap rapat di ruang aspirasi dengan catatan hadirkan semua anggota fraksi yang ada di DPRD Kolaka Utara," kata salah satu perwakilan massa Andi Setiawan.
Menurutnya, kehadiran mereka di gedung DPRD untuk menyatukan persepsi bersama para anggota DPRD untuk menolak kenaikan BBM.
"Hari ini kami ingin mempertemukan semua fraksi, mendudukkan serta menyatukan pendapat untuk menolak kenaikan BBM dan tarif dasar listrik," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kepala BGN dan Gubernur Sulsel Resmikan SPPG Wilayah 3T di Takalar
-
250 Pengemudi Ojol di Makassar Dapat BBM Gratis
-
Mendagri Punya Waktu 30 Hari untuk Copot Bupati Gowa, Ini Alasannya
-
Uji Coba Sistem Rujukan Baru JKN: Pasien Langsung ke Rumah Sakit Sesuai Penyakit
-
Beli 25 Kg Tapi Cuma Dapat 23,5 Kg? Kecurangan Takaran Beras di Pasar Terbongkar