SuaraSulsel.id - UI GreenCityMetric memberikan Anugerah Kota Paling Berkelanjutan bagi Kabupaten/Kota terbaik di setiap kategori penilaian.
Pertama, anugerah Kota Paling Berkelanjutan dalam Bidang Penataan Ruang dan Infrastruktur diberikan kepada Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kedua, anugerah Kota Paling Berkelanjutan dalam Bidang Energi dan Perubahan Iklim diberikan kepada Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Ketiga, anugerah Kota Paling Berkelanjutan dalam Bidang Tata Kelola Limbah diberikan kepada Kota Madiun, Jawa Timur.
Keempat, anugerah Kota Paling Berkelanjutan dalam Bidang Tata Kelola Air diberikan kepada Kota Padang, Sumatera Barat.
Kelima anugerah Kota Paling Berkelanjutan dalam Bidang Akses dan Mobilitas serta keenam Kota Paling Berkelanjutan dalam Bidang Tata Pamong diberikan kepada Kota Kediri, Jawa Timur.
Sementara itu Sekretaris Universitas UI yang mewakili Rektor UI, dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D., memberi apresiasi kepada Kabupaten/Kota di Indonesia yang telah berperan secara aktif dalam mewujudkan Kabupaten/Kota masing-masing sebagai Kota lestari dan berkelanjutan sesuai kriteria dan indikator UI GreenMetric.
“Pada tahun pertama pelaksanaannya, UI GreenCityMetric telah diikuti oleh 34 Kabupaten/Kota dari 16 provinsi di Indonesia," ujar dr. Agustin Kusumayati.
Hal ini katanya merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa, mengingat Kabupaten/Kota tersebut turut berpartisipasi dalam mewujudkan Kabupaten/Kota di Indonesia yang semakin berkelanjutan.
Ia berharap agar semakin banyak kota/kabupaten di Indonesia yang akan bergabung dalam pemeringkatan UI GreenCityMetric untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia hingga tahun 2030.
3 Kota Terbaik
Pemeringkatan Universitas Indonesia (UI) GreenCityMetric 2022, mengumumkan tiga kota berkelanjutan terbaik di Indonesia. Terbaik pertama Kota Semarang Jawa Tengah, kedua Kota Kediri Jawa Timur, dan Kota Padang Sumatera Barat.
"UI GreenMetric sebagai pemeringkatan universitas di bidang keberlanjutan melakukan inovasi serta penyesuaian indikator agar penilaian terkait dengan keberlanjutan juga dapat dilakukan bagi kabupaten/kota di Indonesia melalui UI GreenCityMetric," kata Ketua UI GreenMetric, Prof Riri Fitri Sari dalam “Pengumuman dan Pemberian Anugerah UI Greencitymetric Rankings 2022”, Kamis 21 Juli 2022.
Setelah selama 12 tahun Universitas Indonesia (UI) telah melaksanakan UI GreenMetric World University Rankings, tahun ini UI umumkan UI GreenCityMetric Kabupaten/Kota berkelanjutan di Indonesia.
"Perkembangan dalam bidang keberlanjutan dirasa cukup penting tidak hanya bagi institusi pendidikan seperti universitas namun juga bagi cakupan area/wilayah yang lebih luas lagi seperti Kabupaten/Kota," jelasnya.
Prof. Riri menyampaikan pemeringkatan kota/kabupaten pertama di Indonesia ini dilandasi atas tiga pilar, yakni Lingkungan Hidup, Ekonomi, dan Sosial dengan bobot indikator penilaian yang terdiri atas Penataan Ruang dan Infrastruktur (16 persen), Energi dan Perubahan Iklim (19 persen), Tata Kelola Sampah dan Limbah (19 persen), Tata Kelola Air (15 persen), Akses dan Mobilitas (16 persen), Tatapamong/Governance (15 persen).
"Diharapkan pula isu-isu keberlanjutan di Kabupaten/Kota di Indonesia menjadi isu nyata yang dapat mulai dibicarakan dan diperhatikan oleh pemerintah daerah dan pusat di Indonesia,” ujar Guru Besar Fakultas Teknik UI dengan kepakaran teknologi informasi atau komputer. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Kenapa Paus Pembunuh Tiba-Tiba Muncul di Perairan Bunaken? Ini Jawaban Ahli
-
Heboh! Dua Notaris di Sulbar Diperiksa Polda Metro Jaya, Ada Apa ?
-
Ini 'Harta Karun' Penyumbang Terbesar Pajak di Sulawesi Selatan
-
500 ASN Pemprov Sulsel Siap Jadi 'Tentara Cadangan'
-
Pria di Gowa Tega Cabuli Mertua Sendiri Jelang Sahur, Naik ke Atap Rumah Saat Ditangkap