SuaraSulsel.id - Anggota jamaah haji Indonesia yang sedang sakit dibawa dari Kota Mekkah ke Kota Madinah di Arab Saudi menggunakan ambulans. Evakuasi ini dilakukan oleh Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Kepala KKHI Mekkah, Andi Ardjuna Sakti, pada Jumat (22/7/2022) menuturkan ada dua anggota jamaah Indonesia yang dievakuasi ke Madinah menggunakan ambulans.
Dilaporkan bahwa satu orang berasal dari kelompok terbang (kloter) JKG 26 dan satu orang dari kloter BTH 05.
"Karena sakit, jadi tidak bisa berangkat bersama kloter," katanya Sabtu (23/7/2022). Ia menambahkan bahwa jamaah kloter JKG 26 dan BTH 05 sudah lebih dulu diberangkatkan ke Madinah.
Menurutnya ada satu dokter dan satu perawat yang mendampingi dua anggota jamaah haji yang dievakuasi ke Madinah menggunakan ambulans.
Adapun ambulans yang digunakan untuk mengangkut mereka dilengkapi dengan perlengkapan pendukung penanganan kondisi gawat darurat serta obat-obatan.
"Dokumen perjalanan dan kebutuhan lainnya sudah dipersiapkan untuk perjalanan," kata penanggung jawab evakuasi, dr. Andi Poernama Timoer.
Dua anggota jamaah yang sakit kondisinya diperiksa setelah tiba di KKHI Madinah.
"Kondisi mereka akan dievaluasi kembali. Kalau memang hasilnya bagus, bisa saja dikembalikan ke kloter. Kalau tidak, dilanjutkan perawatan di KKHI Madinah," kata Andi Ardjuna Sakti.
Jemaah haji Indonesia yang dipulangkan ke Tanah Air pada gelombang kedua diberangkatkan dari Mekkah menuju ke Madinah dari 21 Juli sampai 4 Agustus 2022.
Sebelum diberangkatkan menuju ke Tanah Air dari bandara di Kota Madinah, selama delapan sampai sembilan hari jamaah haji akan melaksanakan ibadah arbain atau shalat berjamaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi serta berziarah.
Gelombang pertama pemulangan jamaah haji Indonesia berlangsung 15 hingga 29 Juli 2022. Jamaah haji yang dipulangkan pada gelombang pertama diberangkatkan ke Tanah Air melalui bandara di Kota Jeddah. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade
-
ICRC Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Demi Mencegah Bencana Kemanusiaan Parah
-
Helikopter Ambulans Jatuh di Sarawak, 5 Petugas Medis dan Pilot Malaysia Tewas
-
Harga Minyak Dunia Dekati 100 dolar AS per Barel setelah Amerika dan Iran Saling Serang
-
Harga Minyak Memanas: Houthi Serang Arab Saudi, AS Serang Tanker Iran
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes
-
SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!
-
Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan
-
Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan