Setiap hari Reynaldi harus berjibaku menggunakan kostum badut yang serba tebal. Dia berbagi tugas dengan temannya.
"Siang hari teman saya, malamnya saya. Sampai jam 11 malam," ungkapnya.
Dalam sehari, ia bisa mendapat uang Rp 150 ribu sekali mengamen. Itu pun jika posisinya ramai dan banyak dermawan yang memberinya uang.
Beda cerita saat sepi. Dalam sehari, ia paling banyak mengumpulkan uang Rp 50 ribu. Uang itu pun harus mereka sisihkan untuk membayar biaya indekos.
"Saya jalan kaki dari SPBU ke SPBU di sepanjang Jalan Perintis. Kadang singgah di depan tempat perbelanjaan," ujarnya.
Reynaldi berharap bisa mencari uang dengan aman dan nyaman di kota ini. Tidak ada penertiban oleh petugas seperti di daerah lain.
"Sejauh ini belum ada tapi semoga tidak ada, mba. Kasihan kalau harus lari dikejar-kejar pakai boneka ini," harapnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
-
Clara Bernadeth dan Dayinta Melira Dalami Karakter Sampai Konsultasi ke Ahlinya | NGORBIT
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Keselamatan Pelayaran Jadi Fokus, BKI Gelar Sosialisasi di Samarinda
-
Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU
-
BBM Non-Subsidi Naik, Harga Pertamax Kini Tembus Rp16.250 per Liter
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Terungkap! Ini Alasan Pengunduran Diri Massal Kepsek SMA/SMK di Sulsel
-
Lari dari Siksa Suami, Istri Oknum Dosen UNM Resmi Lapor Polisi: Begini Kata Pihak Kampus
-
Proyek Strategis Nasional Blok Masela Dikawal Ketat Polisi
-
Lulusan SMA Unggulan Makassar Jual Es Kopi Keliling: Kisah Wahyudi dan Mimpi yang Tertunda
-
Tiga Tahun Daeng Sangkala Lumpuh di Gubuk Sederhana