SuaraSulsel.id - Refly Mambu yang dirawat di RSUD Sam Ratulangi Tondano, pada Senin 3 Juli 2022, meninggal dunia. Sebelumnya terlibat perkelahian dengan Kopda Handrei Supit di Jalan Togela Tondano, Jumat 24 Juni 2022, Pukul 21.00 Wita.
Mengutip BeritaManado.com -- jaringan Suara.com, Kapendam XIII/Merdeka, Kolonel Inf Jhonson Sitorus mengatakan Rindam XIII Merdeka telah melakukan mediasi.
Menurut Jhonson Sitorus, kejadian berawal dari penghadangan yang dilakukan Refly Mambu terhadap mobil yang dikendarai Serli Linu, istri Kopda Handrei Supit, menggunakan sepeda motor Nopol DB 3393 BQ.
Saat itu, lanjut Jhonson, Refly Mambu dalam keadaan mabuk.
Penghadangan berawal dari Refly mengalami silau pandangan mata dengan lampu mobil yang dikendarai Serli Linu.
“Tetapi Serli Linu sudah beberapa kali meminta maaf. Namun tidak diindahkan Refly Mambu bahkan makin menjadi marah marah,” kata Jhonson.
Atas kejadian tersebut, Kopda Handrei Supit yang kebetulan berada di belakang mobil keluarganya ikut berhenti untuk bertanya.
Namun, Refly Mambu bertambah marah serta menantang Kopda Handrei berkelahi dan terjadilah adu fisik.
“Perkelahian atas dasar pembelaan diri yang dilakukan Kopda Handrei Supit. Karena saat kejadian telah terancam keselamatannya. Dalam hal ini korban dalam pengaruh minuman keras dan juga membawa senjata tajam serta mengancam lalu mengejar Kopda Handrei dengan sajam,” terang Jhonson.
Refly Mambu mengalami luka di kepala bagian kiri akibat benturan benda keras.
Kopda Handrei sudah berupaya membawa korban ke RSUD Samratulangi Tondano untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah beberapa hari dirawat, pada 3 Juli 2022 korban dinyatakan meninggal dunia.
“Kopda Handrei Supit sudah melakukan upaya damai dan menyelesaikan secara kekeluargaan dengan pihak keluarga korban tetapi tidak mendapatkan titik temu. Sehingga keluarga korban tetap melapor ke Pomdam XIII/Merdeka,” jelas Jhonson.
Setelah satuan tempat Kopda Handrei berdinas yakni Rindam XIII/Merdeka memediasi perdamaian dengan pihak korban dan mengetahui kejadian sebenarnya. Akhirnya keluarga memaafkan Kopda Handrei dan mau berdamai.
“Atas dasar laporan keluarga korban dengan terjadinya peristiwa tersebut, saat ini perkaranya ditangani oleh Pomdam XIII/Merdeka,” tandas Sitorus.
Berita Terkait
-
Anak 12 Tahun Dianiaya Hingga Meninggal Dunia di KM Dharma Kencana 7, Kepala Lapas Kendal dan Istri Akan Diperiksa
-
Percaya Mitos, Orang Tua Berikan Kopi pada Anaknya yang Sedang Kejang, Berujung Nyawanya Tak Bisa Diselamatkan
-
Nama Eril Dihapus dari KK, Atalia Istri Ridwan Kamil Menangis Ungkap Ceritanya
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
285 Jiwa di Parigi Moutong Terdampak Gempa
-
Pemprov Sultra Bakal Lelang Kendaraan Dinas, Ini Jadwal dan Cara Ikut
-
Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi
-
Pria Tega Perintahkan Istri Buang Bayi Masih Diburu Polisi