SuaraSulsel.id - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan keuangan tanggap darurat sebesar Rp800 Juta kepada Kabupaten Maros.
Bantuan diserahkan langsung kepada Bupati Maros Chaidir Syam di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 27 Juni 2022.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel telah memberikan bantuan keuangan senilai Rp8 miliar untuk pengembangan wisata Rammang-Rammang di Maros.
Bantuan keuangan senilai Rp800 juta ini sebagai respons atas bencana angin puting beliung yang menerjang 161 unit rumah warga di Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros pada pekan lalu.
Baca Juga: Dorong Produk IKM Berdaya Saing, Dinas Perindustrian Sulsel Akan Buat Program Rumah Kemasan
"Alhamdulillah, kembali menyerahkan bantuan keuangan untuk Kabupaten Maros senilai Rp800 juta. Untuk bantuan tanggap darurat bencana angin puting beliung di Kecamatan Maros Baru," kata Andi Sudirman.
Diharapkan, bantuan ini segera dapat direalisasikan oleh Pemkab Maros untuk membantu pemulihan pasca bencana di Maros.
Usai menerima bantuan, Bupati Maros Chaidir Syam mengungkapkan rasa terima kasih atas respons cepat Gubernur Sulsel memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Maros dan seluruh masyarakat Maros utamanya yang kena dampak angin puting beliung mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan yang telah merespon secepatnya dengan memberikan bantuan. InsyaAllah kami akan menyalurkan kepada korban bencana angin puting beliung dan mudah-mudahan masyarakat bisa kembali hidup normal dan mendapatkan hunian yang layak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Chaidir menyebutkan, bantuan yang diterima akan disalurkan kepada warga terdampak dengan nilai bantuan bervariasi sesuai dengan tingkat kerusakan hunian.
Ia melanjutkan, pemberian bantuan berdasarkan data yang diperoleh oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan dan BPBD kabuaten Maros.
Baca Juga: Sekprov Sulsel Perkenalkan Program Mandiri Benih ke Menteri Pertanian
“Ada 161 rumah yang kena dampak dan masing-masing punya skala karena ada (hunian) yang rusak dan rubuh sama sekali. Ada juga yang rusak berat dan ada juga yang (rusak) ringan, jadi bantuan yang diperoleh oleh setiap warga bervariasi sesuai dengan tingkat kerusakan,” jelas Chaidir.
Berita Terkait
-
Profil Suhartina Bohari dan Alasan Batal Nyalon Pilkada Maros 2024
-
Banyak Warga Tak Tahu Kotak Kosong Bisa Dicoblos, KPU Akan Sosialisasi Dengan Hati-hati
-
Simulasi Pilkada Dengan Kotak Kosong Dilakukan Secara Real, KPU Maros: Jadi Acuan Regulasi
-
Simulasi Pemungutan Suara: Kotak Kosong Bukan Idola Warga Maros
-
Angin Puting Beliung Porak-poranda Leuwiliang Bogor, Mobil Ringsek, Rumah Dinas Camat Hancur
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
Terkini
-
Aklamasi Ketua IKA Fakultas Hukum, Munafri Ajak Unhas Berkolaborasi Bangun Kota Makassar
-
Tragis! Kebakaran Dini Hari di Tallo Renggut Nyawa Lansia, 10 Rumah Ludes
-
Semangat Baru Muhammadiyah Sulsel: Bangun Gedung 13 Lantai
-
3 Wisatawan Asal Wajo Meninggal Dunia di Pantai Harapan Ammani Pinrang
-
Rahasia Desa Wunut Klaten Berdaya dengan BRI dan Sejahterakan Warganya