SuaraSulsel.id - Bupati Maros Sulawesi Selatan Chaidir Syam mengatakan kegiatan Pra Pekan Nasional (Prapenas) Petani dan Nelayan yang diselenggarakan di Maros akan semakin menggeliatkan roda ekonomi. Karena memicu peningkatan perputaran uang di daerah itu.
"Ribuan orang yang datang dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri Prapenas ini, tentu memberikan multiplier effect untuk masyarakat," kata Chaidir disela pembukaan Prapenas Petani dan Nelayan di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Sabtu 25 Juni 2022.
Dia mengatakan Prapenas yang berlangsung selama tiga hari yakni 25-27 Juni 2022, memberi kesempatan perwakilan masing-masing provinsi di Indonesia menampilkan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari hasil sektor pertanian dan kelautan.
Selama kegiatan berlangsung, pameran produk UMKM hasil pertanian dan kelautan diyakini banyak peminatnya, sehingga dari transaksi itu akan membantu baik para pendatang maupun masyarakat setempat untuk memutar roda perekonomian di "Butta Salewangang" ini.
Adapun kegiatan selama tiga hari diantaranya rembuk utama, temu wicara, temu profesi pada hingga pengukuhan ketua DPW Perhiptani Sulsel yang melibatkan para petani dan nelayan dari 24 kabupaten/kota.
"Meski persiapan Prapenas ini hanya memakan waktu sebulan setengah, namun Alhamdulillah berhasil mewujudkan kegiatan ini berkat kekompakan panitia dan dukungan masyarakat Maros," katanya.
Dengan menjadi tuan rumah Prapenas Petani dan Nelayan, diakui akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan Pemkab, karena roda perekonomian kembali bergeliat pasca pandemi COVID-19.
Adapun jumlah peserta Prapenas dari berbagai provinsi di Indonesia, tercatat hampir 6.000 orang dan sebagian besar menginap di rumah-rumah penduduk Kabupaten Maros.
"Mereka akan bersilaturahmi dengan warga Maros, mengunjungi tempat wisata Maros dan mudah-mudahan juga berbelanja di Kabupaten Maros," ujar Chaidir. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
10 Ribu Peserta Serbu Makassar, Pemprov Sulsel: Perputaran Uang Capai Rp100 Miliar
-
Pesona 'Noni Belanda' Kaltim Curi Perhatian di HUT Dekranas
-
Siklon Tropis Bavi Picu Pertumbuhan Awan Hujan di Indonesia
-
Jusuf Kalla: Rachmat Gobel Orang yang Sangat Baik
-
Berapa Luas Lahan Pertanian yang Masih Tersisa di Kota Makassar?