SuaraSulsel.id - Rekonstruksi kasus pembunuhan anggota Brimob Batalyon D Wamena, Bripda Diego Rumaropen, dilakukan Rabu 22 Juni 2022.
Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua bersama Polres Jayawijaya menghadirkan enam orang saksi.
Mulai dari mantan Komandan Kompi D Brimob Wamena AKP Rustam, Supardi selaku pembeli sapi, Alex Matuan selaku pemilik sapi, Briptu Rosi selaku sopir serta pembantu pembeli sapi bernama Firaun.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Muhammad Safei mengatakan, reka ulang dilakukan untuk melihat kembali kejadian sebenarnya dengan menghadirkan 6 saksi. Hal ini dilakukan sesuai dengan permintaan Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri.
“Hari ini kita mulai lagi melakukan reposisi untuk melihat kembali posisi-posisi dari saksi dan korban yang berada di TKP, meski pun kemarin kita sudah lakukan tetapi belum lengkap. Sehingga hari ini dilanjutkan lagi,” terang Safei.
Safei menjelaskan, rekonstruksi ini juga dilakukan untuk mengetahui peran dari para saksi yang terlibat. Mulai dari awal pertemuan hingga turun ke lokasi kejadian. Rekonstruksi ini juga menghadirkan mantan Danki D Brimob Wamena, AKP Rustam.
“Ini akan diceritakan kembali awal kejadian hingga sampai pada saat proses pembunuhan dan perampasan senjata tersebut hingga para pelaku melarikan diri sesuai dengan keterangan saksi,” kata Safei.
Rencananya, kata Safei, mantan Danki D Brimob Wamena akan dibawa ke Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan oleh Bidang Propam Polda.
“Saat ini yang bersangkutan masih di Wamena untuk reposisi ulang, nanti akan dibawa ke Polda Papua untuk kepentingan penyidikan oleh Propam,” ucapnya.
350 Personel Brimob Perkuat Polres Jayawijaya
Markas Besar Polri mengirimkan 350 personel Brimob untuk memperkuat Polres Jayawijaya dalam mengamankan wilayah Wamena selama satu bulan ke depan.
Ratusan Brimob Mabes Polri ini tiba di Bandar Udara Wamena menggunakan Pesawat Wings Air, Rabu 22 Juni 2022. Kedatangan Brimob ini bersamaan dengan penyelidikan kasus pembunuhan dan perampasan senjata Brimob di Wamena.
“350 pasukan yang tiba di Wamena ini tidak ada kaitan dengan peristiwa kemarin atau untuk penebalan pasukan pengejaran pelaku pembunuhan Bripda Diego Rumaropen, namun bersamaan saja momennya, sehingga orang menduga seperti itu,” kata Kapolres Jayawijaya, AKBP Muhammad Safei.
Mantan Kabid Pemberantasan BNNP Papua ini menjelaskan, 350 personel Brimob ini merupakan bantuan dari Mabes Polri untuk Polda Papua yang ditempatkan di Polres Jayawijaya selama kurang lebih satu bulan.
“Kedatangan 350 Brimob Mabes Polri murni untuk mengantisipasi kegiatan masyarakat di Wamena. Mereka sengaja ditempatkan di Polres Jayawijaya, karena menjadi Polres Induk guna membantu Polres lain yang membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Buntut Dari Tewasnya Bripda Diego, Kapolri Diminta Tambah Pasukan Untuk Wilayah Rawan Konflik di Papua
-
Komandan Kompi D Brimob Wamena AKP Rustam Dituntut Bayar Uang Kepala Rp5 Miliar Kepada Keluarga Bripda Diego Rumaropen
-
Buntut Gugurnya Bripda Diego Rumaropen, Kapolda Papua Copot Komandan Kompi Brimob Wamena
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso