SuaraSulsel.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyarankan pihak terkait perlu memperketat tata ruang berbasis risiko tsunami untuk wilayah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Koordinator Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Iman Fathurochman dalam Kolokium Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Series 7 diikuti secara daring di Jakarta, mengatakan hal itu dilakukan dengan membangun permukiman yang relatif jauh dari pantai untuk antisipasi waktu tiba tsunami yang cepat.
"Terutama tsunami lokal akibat gempa bumi dan longsor atau atypical tsunami," ujar Iman, Rabu 22 Juni 2022.
Iman mengatakan Kabupaten Mamuju memiliki potensi tsunami yang dapat disebabkan oleh secondary effect atau efek sekunder, karena adanya kecuraman dari kontur wilayah tersebut.
Wilayah Provinsi Sulawesi Barat, kata dia, merupakan salah satu daerah paling rawan gempa dan tsunami, terlihat dari historis kerusakan yang terjadi.
Catatan sejarah gempa BMKG menunjukkan sejak tahun 1915 di pesisir Sulawesi Barat sudah terjadi sembilan gempa merusak dan tsunami. Adapun dari sembilan kejadian, wilayah tersebut sudah terjadi tiga kali tsunami.
Dengan catatan gempa merusak tersebut, maka wilayah pesisir Sulawesi Barat menjadi salah satu kawasan paling aktif terjadi gempa destruktif di Sulawesi. Kemudian berdasarkan peta seismisitasnya, kawasan pesisir dan lepas pantai Sulawesi Barat memang memiliki aktivitas kegempaan yang cukup tinggi.
Oleh karena itu, menurut Iman, mitigasi dilakukan secara konkret. Selain itu, perlu dilakukan peningkatan pemahaman dan latihan evakuasi mandiri dengan cara menjadikan guncangan gempa kuat sebagai peringatan dini tsunami.
"Kemudian perlu membangun bangunan tahan gempa sesuai dengan SNI, dan mengidentifikasi wilayah dengan potensi atypical tsunami untuk memperkuat strategi mitigasi," katanya. (Antara)
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Kamis 23 Juni: Umumnya Cerah Berawan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso