SuaraSulsel.id - Latihan bersama SLABER21+ Jelajah Puncak Daenaa Bionga digelar di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Sabtu (28/5/2022).
Ratusan pembalap dari berbagai daerah menjalani latihan bersama di Kabupaten Gorontalo.
Mengutip Gopos.id -- jaringan Suara.com, kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 orang peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Buol, Minahasa Utara, dan Tomohon.
Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S Hemeto, mengungkapkan pemerintah mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab dapat meningkatkan kebersamaan.
“Hal ini juga dapat meningkatkan adrenalin, tentunya kegiatan tak akan hanya sampai di sini. Namun kita akan terus lakukan dan kita meriahkan,” ungkapnya.
Lanjutnya, dirinya sebagai pemerintah daerah tentunya ikut bangga sebab dirinya juga sebagai Ketua Harian Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Gorontalo.
“Semoga kegiatan ini mendapatkan dukungan dan bisa menjadi kolaborasi kita semua,” tandasnya.
Selain latihan, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi para pembalap. Setelah sekian lama tidak bisa melakukan aktivitas secara terbuka. Akibat pandemi Covid-19.
Baca Juga: Begini Wujud Replika Mobil Formula E yang Akan Dipakai Balapan
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila