SuaraSulsel.id - Penerbangan internasional di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kembali beroperasi. Maskapai Air Asia sebagai maskapai pertama yang mengoperasikan kembali penerbangan internasional dengan rute Makassar – Kuala Lumpur – Makassar.
Kedatangan maskapai yang membawa 140 penumpang dari Kuala Lumpur ini disambut secara seremonial dengan watur salute yang dilakukan oleh Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan pemadam Kebakaran (PKP-PK) dengan 2 mobil pemadam kebakaran milik Angkasa Pura 1.
Sebagai simbolis penyambutan, Manajemen Angkasa Pura 1 dan Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar melakukan pengalungan kain khas toraja kepada pilot, co-pilot dan pramugari.
Penerbangan ini untuk sementara akan beroperasi 2 kali seminggu pada hari Kamis dan Sabtu. Air Asia masih menggunakan pesawat tipe Airbus 320 dengan kapasitas 180 penumpang.
Alur kedatangan penerbangan internasional pun masih sama seperti sebelumnya hanya saja ada penambahan pemeriksaan seperti pemeriksaan suhu tubuh dan pemeriksaan kartu vaksin.
Sesuai dengan ketentuan pemerintah, penumpang wajib melakukan Swab PCR dan Karantina selama 5x24 jam apabila suhu tubuh diatas 37 derajat celcius dan belum vaksin lengkap.
Karantina dilakukan pada tempat yang telah ditentukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar. Selanjutnya melakukan pemeriksaan imigrasi dan beacukai sebelum keluar ke area lobby kedatangan bandara.
“Sebelum pandemi, Air Asia melayani penerbangan luar negeri setiap hari. Semoga seiring berjalannya waktu dan apabila kondisi semakin baik, Air Asia dapat kembali beroperasi setiap hari,” ujar Wahyudi, General Manager Bandara Sultan Hasanuddin.
Wahyudi menambahkan bahwa saat ini sedang mempersiapkan penerbangan umroh dengan berkoordinasi ke berbagai pihak.
Baca Juga: 5 Klub Malaysia yang Gemar Rekrut Pemain Muda Indonesia
Setelah mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Air Asia kembali terbang ke Kuala Lumpur pada pukul 10.55 WITA dengan membawa 66 penumpang.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mars Gelontorkan Rp48 Miliar untuk Program Komunitas Kakao di Indonesia
-
Skenario Bohong Kematian Bripda Dirja Runtuh, Kapolda Sulsel: Korban Disiksa Usai Subuh
-
Viral, Pelesetkan Ayat Al-Qur'an Saat Live Facebook, Dua IRT di Bulukumba Diciduk Polisi
-
5,3 Juta Orang Diprediksi Masuk Sulsel, Tujuh Masjid Disiapkan Tampung Pemudik
-
Kenapa Paus Pembunuh Tiba-Tiba Muncul di Perairan Bunaken? Ini Jawaban Ahli