SuaraSulsel.id - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kendari, Sulawesi Tenggara menemukan sebanyak 75 makanan kemasan melanggar aturan. Selama pengawasan di bulan Ramadhan 1443 Hijriah.
Kepala BPOM Kendari Yoseph Nahak Klau mengatakan, dari hasil pengawasan yang dilakukan pihaknya sejak 28 Maret sampai 22 April 2022. BPOM menemukan puluhan pangan kemasan yang tidak memenuhi ketentuan.
"Jumlah temuan produk tidak memenuhi ketentuan yaitu produk rusak 44 item atau 58.67 persen, produk kadaluarsa 15 item atau 20 persen dan produk tanpa izin edar 16 item atau 21.33 persen," katanya saat merilis hasil intensifikasi pengawasan pangan olahan selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2022.
Dia menyebut, total nilai ekonomis temuan dari hasil intensifikasi pangan menjelang Ramadan 1443 Hijriah sebesar Rp5,8 juta.
Menurut dia, nilai ekonomis dari produk ini tidak banyak. Tetapi bahwa pelanggaran atau tanggung jawab perhatian dari sisi temuan itu masih perlu untuk diingatkan dan ditingkatkan pembinaan.
Dia menyampaikan, temuan pangan kemasan tersebut ditemukan di tiga daerah yakni Kota Kendari, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Konawe Selatan.
Selain pangan kemasan, pihaknya juga menemukan 22 ritel tidak memenuhi ketentuan dari ritel yang dilakukan pengawasan.
"Ini memberikan gambaran kepada kita bahwa sarana ritel ini perlu mendapat perhatian," ujar dia.
Dia mengaku, pihaknya akan segera mengedarkan surat kepada ritel termasuk distributor untuk mengingatkan lagi tanggung jawab pelaku usaha di dalam menjaga keamanan pangan.
Baca Juga: Dua Pemanis Buatan pada Minuman Kemasan Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara, Apa Saja?
"Dalam rangka menghadapi hari raya ini meningkatkan kepedulian dan pengawasan terhadap pangan yang rusak, kadaluarsa, tidak memiliki izin edar menjadi perhatian kita," kata Yoseph. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Husniah Talenrang Unggah Foto Ziarah ke Makam Anak
-
Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam
-
Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas
-
Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong
-
HP di Selokan Ungkap Misteri Kerangka Manusia di Kebun Tebu Boalemo, Diduga Korban Pembunuhan