“Sampai saat ini masih ada hal-hal seperti itu namun sudah tidak terlihat keberadaannya,” ujarnya.
Setelah melakukan hal tersebut mereka kemudian melaksanakan salat tarawih di masjid. Uang hasil pengisian air bak, mereka gunakan untuk membeli pisang dan kacang. Untuk dibawa ke pasangan mereka pada saat itu.
“Akhirnya kebiasaan ini terus ada dan dilakukan hingga saat ini, walaupun malam qunut di Kabupaten Gorontalo dilaksanakan di beberapa tempat namun yang menjadi pusat hanya di Kecamatan Batudaa,” urainya.
Dia mengatakan, kebiasaan dan tradisi ini memang murni kemauan dari masyarakat tanpa ada campur tangan pemerintah sejak berpuluh-puluh tahun lamanya.
“Beberapa tahun lalu saja saat Pandemi Covid-19, kegiatan ini tetap ada. Bahkan sampai aparat kepolisian kewalahan mengamankan ramainya warga di tempat tersebut,” ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Viral Video Pengurus NU Sulsel di Ruang Karaoke, Bantah Isu LC hingga Lapor Polisi
-
Bukan Sekadar Kartu, BRIZZI ARKIV Bawa Cerita Karya Lokal ke Blok M Hub
-
6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital
-
Cekcok soal Parkir Rp10 Ribu, Ojol Ditikam Jukir di Samping Mal Ratu Indah
-
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Pompa Ponton Atasi Kekeringan di Musim Tanam Sela