SuaraSulsel.id - Penangkapan pelaku perampokan supermarket di Sentani, Kabupaten Jayapura, mendapatkan perlawan. Polisi pun mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Polisi membubarkan massa dengan cara mengeluarkan gas air mata dan tembakan peringatan. Saat proses penangkapan dan evakuasi 15 terduga pelaku pencurian dengan kekerasan di Sentani, Kabupaten Jayapura.
Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, puluhan massa yang berasal dari Asrama Tolikara pun bubar melarikan diri ke arah Jalan Biak dan Jalan Gerilyawan Abepura.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R. Urbinas melalui Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak, menjelaskan penangkapan 15 orang terduga pelaku curas bermula ketika Polres Jayapura menghubungi Polsek Heram.
Untuk membantu memeriksa para terduga pelaku tindak pidana curas yang menggunakan mobil pick up PA 8281 dan mobil pick up DS 8177 AG di Asrama Tolikara.
“Saat dicek, keberadaan para pelaku dan mobil yang digunakan berada di Asrama Tolikara. Kemudian para pelaku keluar dari asrama menggunakan salah satu mobil pick up menuju Abepura. Sehingga personel Polsek Heram mengikuti dan menghubungi Polsek Abepura. Selanjutnya menghadang para pelaku di depan kantor pos Abepura,” jelasnya, Rabu 13 April 2022.
AKP Lintong menambahkan, situasi di seputaran Lingkaran Abepura dan sekitarnya saat ini telah kondusif. 15 orang terduga pelaku telah diserahkan ke Polres Jayapura.
“Perlu diketahui 15 terduga para pelaku telah melakukan penjarahan dan pencurian disertai kekerasan di salah satu supermarket di Kabupaten Jayapura. Selain itu, para pelaku juga mencuri mobil pick up,” kata Lintong.
Penangkapan dilakukan di depan Kantor Pos Abepura yang berseberangan dengan Polsek Abepura pada Rabu 13 April 2022, sekitar pukul 15.45 WIT.
Baca Juga: Polisi Kesulitan Cari Identitas Perampok Bersenpi Gasak Toko Emas di Tangerang
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R. Urbinas melalui Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak menjelaskan inisial ke-15 terduga pelaku pencurian dengan kekerasan yakni WHY (22), WYW (20), AEK (22), NW (19), NW (26), MY (22), TK (20), AW (20), WY (22), WW (23), YKB (21), LK (19), FW (19), TW (23) dan KY (22).
Kata Lintong, saat mengevakuasi para terduga pelaku menggunakan truk Dalmas Polres Jayapura, rekan-rekan terduga pelaku dari Asrama Tolikara berdiri dan duduk di depan gerbang pagar pintu Mapolsek Abepura untuk menghadang.
“Kami arahkan mahasiswa untuk bubar dari gerbang, namun rekan-rekan para terduga pelaku tetap bertahan dan menutup pagar saat mobil Dalmas hendak keluar rekan pelaku dari Asrama Tolikara menghadang dan mendorong pintu gerbang, serta melakukan perlawanan terhadap personel yang mengamankan truk yang hendak membawa ke-15 terduga pelaku,” ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
5 Kasus Teridentifikasi Penipuan Jual Beli Titik SPPG
-
Rp100 Miliar Disiapkan Untuk Pembangunan Jembatan Kembar Barombong
-
Kapolda Endus Kepentingan Politik Dibalik Maraknya Geng Motor di Sulawesi Selatan
-
Kronologi Pembunuhan Sadis Penjual Ikan di Gowa: Dibuntuti Lalu Dihabisi dengan Parang
-
Progres Jalan Batas GowaTondong Sinjai Capai 12 Persen, Pemprov Sulsel Kebut Proyek MYP