SuaraSulsel.id - 200 liter minuman keras jenis Cap Tikus dan 300 botol merek lainnya disita oleh Polres Gorontalo Kota pada pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di sejumlah lokasi di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Operasi Pekat tersebut memang menyasar minuman keras, prostitusi, dan judi.
"200 liter Cap Tikus kami sita dari salah seorang warga berinisial KI di Kelurahan Libuo, sementara 300 botol lainnya dari sejumlah pedagang di wilayah Kota Gorontalo," ujar Kepala Bagian Operasi Polres Gorontalo Kota Kompol Ryan Hutagalung, Jtmat (25/3/2022).
Ia menjelaskan, penyitaan minuman keras itu dilakukan usai mendapat informasi dari masyarakat.
"Kami kemudian melakukan penyelidikan. Dan benar, sebanyak 200 liter Cap Tikus yang terisi di dalam empat karung, dimana masing masing karung berisi 50 liter Cap Tikus yang dikemas di dalam plastic,” tandasnya.
Operasi Pekat seperti ini rutin diberikan dalam rangka meminimalisir berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Sasaran penegakan hukum terus kami lakukan terhadap peredaran minuman keras, apalagi ini menjelang bulan suci Ramadhan," kata Ryan pula. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Banjir Rendam 120 Rumah dan 40 Hektare Sawah di Gorontalo
-
Komitmen Multipihak di SM Nantu-Boliohuto Cari Solusi Konkret Hadapi Tambang Ilegal
-
Inovasi Desa Perkuat Ekonomi Tanpa Merusak Ekosistem: dari Lebah, Kakao hingga Kopi Lokal
-
Seruan Ruang Aman bagi Peran Perempuan di SM Nantu Boliohuto dan Tahura BJ Habibie
-
Ahli Waris Meradang, Proyek Strategis Kampung Nelayan Merah Putih Gorontalo Disegel Lagi
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
3 Cara Paling Efektif Mencegah Demam Berdarah di Musim Hujan
-
Menteri: Jangan Sebar Konten Pemerkosaan Karyawan di Makassar
-
Jaksa Gadungan Tipu Tersangka Korupsi Ratusan Juta Rupiah
-
[CEK FAKTA] Benarkah Dukcapil Makasar Melakukan Aktivasi IKD Via Telepon?
-
Disnakertrans Sulsel Perluas Edukasi K3 Hingga Sektor UMKM