Alergi akibat reaksi alergi ini umumnya digolongkan dalam jenis biduran fisik atau physical urticarial. Biduran ini disebabkan oleh stimulasi fisik langsung terhadap kulit, seperti alergi pada suhu udara yang terlalu dingin maupun terlalu panas.
Bisa juga alergi karena udara yang kotor, debu, atau air kotor yang mengenai kulit. Biasanya biduran terjadi tepat ketika kulit terstimulasi. Kebanyakan biduran muncul dalam satu jam setelah terpapar.
4. Akibat Sengatan Serangga
Gigitan atau sengatan serangga kadang menimbulkan rasa gatal, perih, bahkan memicu biduran. Hal itu seperti terkena bulu dari ulat bulu, sengatan semut merah, dan masih banyak lagi. Biduran jenis ini juga tergolong dalam biduran akut atau acute urticarial.
Biduran ini dapat bertahan lama apabila mendapat penanganan yang kurang tepat.
Sebelum beranjak tidur, kita harus memeriksa keadaan di sekitar tempat tidur untuk mengurangi resiko adanya serangga pengganggu. Selain itu, menjaga kebersihan diri menjadi solusi yang mudah untuk diterapkan.
5. Akibat Suhu Dingin
Di dunia medis, penyebab biduran di malam hari dapat berkaitan dengan cold urticaria (urtikaria dingin). Biduran jenis ini disebabkan paparan suhu dingin, biasanya bermanifestasi dengan bilur yang berukuran antara 0,25 sampai 2,5 sentimeter.
Bilur ini berwarna agak kemerahan dan terasa gatal. Pada beberapa kasus, cold urticaria bisa menyebabkan pingsan pada pengidapnya bila area kulit yang terdampak amat luas.
Baca Juga: 8 Tips Waxing Ketiak, Biar Hasilnya Lebih Optimal dan Tidak Mengalami Iritasi Kulit
Ada studi menarik mengenai cold urticaria yang bisa kita simak. Studinya yang dipublikasikan BioMed Central tersebut berjudul “Review of cold-induced urticaria characteristics, diagnosis and management in a Western Canadian allergy practice”.
Menurut studi tersebut, urtikaria yang diinduksi oleh suhu atau cuaca dingin adalah penyakit kompleks dengan tumpang tindih yang signifikan dengan urtikaria kronis lainnya. Kondisi ini juga bisa dipicu oleh penyakit alergi lainnya.
Itulah sejumlah penyebab biduran di malam hari. Semoga artikel ini dapat menjadi panduan Anda untuk mengatasi problem kesehatan tersebut.
Kontributor : Alan Aliarcham
Berita Terkait
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Kulit Sensitif Apa Boleh Pakai Retinol? Ini Tips Aman agar Tidak Iritasi
-
Cushion Somethinc Copy Paste untuk Kulit Apa? Ini Harga dan Kelebihan Produknya
-
Urutan Skincare Wardah Lightening Pagi dan Malam yang Benar agar Wajah Cerah Maksimal
-
Beda Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi, Wajib Tahu agar Tidak Salah Pilih Skincare
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
CCTV Polsek Ponrang Rusak Dikencingi Kucing saat Pengamanan 7 Mobil Muat BBM Diduga Ilegal
-
ESDM: Kegempaan Gunung Awu di Kepulauan Sangihe Meningkat
-
Tanya Soal Jasa Medis, Wartawan di Palu Malah Dimaki Pejabat: Mau Berteman atau Cari Masalah?
-
Sekda Sulbar Ajak Masyarakat Tidak Berlebihan Rayakan Idul Adha