SuaraSulsel.id - Berikut ini tanda-tanda hamil anak kembar. Salah satunya pperhatikan detak jantung bayi. Baca artikel ini sampai habis yah Bunda.
Tanda-tanda hamil anak kembar bisa diprediksi lebih dini sebelum rutin mengontrol kesehatan kandungan.
Hanya saja seorang wanita hamil akan mendapatkan kepastian jumlah bayi dalam rahimnya saat melakukan pemeriksaan kandungan.
Dikutip Hops.id, berikut tanda-tanda hamil anak kembar:
1. Hasil pemeriksaan hCG tinggi
Tubuh memproduksi hormon selama kehamilan. Hormon ini disebut human chorionic gonadotropin (hCG). Saat melakukan tes kehamilan secara pribadi, hCG akan dideteksi dalam urin.
Meski begitu, tes kehamilan pribadi di rumah tidak bisa digunakan untuk mengetahui pasti tingkat spesifik hCG. Jumlah pasti hCG hanya bisa diukur lewat pengambilan darah.
Sesuai dengan hasil studi dalam Journal of Perinatal Medicine, diketahui dengan jelas bahwa wanita yang hamil anak kembar cenderung memiliki tingkat hCG yang tinggi.
2. Morning sickness lebih lama
Baca Juga: Tidak Hanya untuk Ibu Hamil, Asam Folat juga Penting Bagi Kesehatan Tubuh Pria
Ciri-ciri yang pertama, ialah mengalami morning sickness merupakan tanda yang sudah umum terjadi pada awal kehamilan. Ini merupakan kondisi dimana seorang wanita hamil merasa mual dan muntah di trimester awal (3 bulan pertama kehamilan).
Biasanya, wanita yang memiliki lebih dari satu janin dalam rahimnya sering mengalami peningkatan morning sickness. Mereka merasa mual dan muntah yang lebih lama sampai tibanya kehamilan mereka.
Morning sickness yang berlangsung setelah minggu ke-14 atau melewati waktu trimester awal, bisa mengindikasikan bahwa seorang wanita hamil sedang mengandung anak kembar.
3. Gerakan janin terjadi lebih awal
Gerakan janin dalam kandungan biasa terjadi setelah 18 minggu. Memang, pergerakan bayi dalam rahim yang terjadi sebelum melewati 18 minggu tidak selalu mengindikasikan adanya bayi kembar.
Namun, saat seorang wanita hamil anak kembar, maka kecenderungan umum yang terjadi adalah munculnya pergerakan janin lebih awal. Hal ini mulai terasa setelah trimester kedua.
Berita Terkait
-
9 Rekomendasi Serum Anti Aging yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui
-
Body Shaming Pasca Melahirkan yang Menyamar Jadi Nasihat Sehat
-
4 Sebab Ibu Hamil yang Berencana Lahiran Normal Mendadak Harus Operasi Caesar
-
Dituding Palsukan Kehamilan, Anne Hathaway Beri Balasan Menohok
-
Ibu Hamil Tewas Dibom Israel di Gaza, Nyawa Satu Keluarganya Juga Melayang
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
BRI dan BRI Finance Perkuat Pembiayaan Kendaraan lewat BRI KKB Expo 2026
-
Dukung Suasana Kegiatan Resmi, Pemprov Sulsel Jelaskan Alokasi Anggaran Sewa Tanaman Hidup
-
Semarak Kemerdekaan, Intip Promo Spesial BRI
-
PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung