SuaraSulsel.id - Saat melakukan kunjungan kerja dan sidak di Kota Makassar, Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi menemukan dua perusahaan penyuling minyak curah. PT Mega dan PT Star tidak menyalurkan minyak gorengnya ke pasaran. Padahal, kondisi di Kota Makassar, kata Lutfi, sedang kritis.
"Jadi saya minta tadi saya suruh bongkar. Karena ini agak lambat dari yang sebelah, dari yang PT Mega, PT Star. Saya minta dikeluarkan langsung, dikirim ke pasar Terong. Kita jual di Rp11.500 karena ini untuk kepentingan yang sangat kritis di Kota Makassar," tambahnya.
Perusahaan tersebut, kata Lutfi, tidak hanya menyuplai minyak khusus untuk Kota Makassar. Namun, daerah lain di Sulawesi Selatan dan juga luar provinsi.
Padahal jika stok minyak goreng curah aman di pasaran, tidak akan ada kegaduhan di masyarakat. Ia pun berjanji akan menyalurkan minyak goreng premium 300 ton untuk Kota Makassar.
"Kalau kita lihat tadi di PT Smart ini mereka mengirim sampai ke Bau-bau di Sulawesi Tenggara. Tadi saya minta tolong sama mereka yang di sebelah tadi itu, saya perintahkan untuk keluarkan dari tangki sekarang juga untuk dijual ke pasar," tegasnya.
Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi sempat marah saat melakukan sidak minyak goreng di kota Makassar. Menteri Lutfi menemukan dua perusahaan kilang minyak di pelabuhan tidak menyalurkan minyak goreng.
"Ada yang sudah komplain dan ada yang harus ikut peraturan. Jadi pakai marah-marah sedikit, karena keadaan sedang darurat. Ini mesti dikerjakan karena kita mesti strict (ketat)," kata Lutfi saat mengunjungi dua perusahaan kilang minyak, Kamis, 17 Februari 2022.
Lutfi juga menemukan harga minyak goreng di pasaran tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan pemerintah. Ia pun meminta distributor agar tidak memainkan harga.
"Jadi saya atur tadi pokoknya yang namanya minyak curah Rp11.500, paket sederhana Rp13.500 dan paket premium Rp14.000. Jadi itu harga eceran tertinggi yang akan diikuti oleh seluruh pedagang dan seluruh distributor di Kota Makassar ini yang menyuplai seluruh Sulawesi," tandas Lutfi.
Baca Juga: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi Marah Saat Sidak Minyak Goreng di Kota Makassar
Sebelumya, Lutfi juga meninjau pasar Terong dan Pasar Pabaeng-baeng didampingi Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dan Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani.
Namun, ia tidak menemukan adanya minyak goreng kemasan premium yang dijual di pasaran.
Lutfi mengatakan penyaluran minyak goreng untuk wilayah Sulawesi memang sedikit terganggu. Penyalurannya baru dimulai pada Selasa, 15 Februari 2022.
Hal tersebut dikarenakan adanya penarikan untuk penyesuaian harga. Namun stok sebenarnya cukup.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengatakan akan menggelar operasi pasar dalam waktu dekat. Pihaknya akan bekerjasama dengan Pemprov Sulsel dan distributor.
"Ketersediaan minyak goreng curah cenderung aman dengan harga Rp13 ribu per liter. Tapi minyak goreng kemasan yang habis. Saya menegaskan Pemkot siap melakukan kolaborasi dengan Pemprov dan distributor untuk operasi pasar," tukas Danny.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Perkuat Akses Hunian, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur
-
Sampah Organik 14 Pasar di Kota Makassar Jadi Pakan Ternak Sapi
-
Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak
-
Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank
-
Kabar Baik dari Mendagri: PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PNS