SuaraSulsel.id - Komisi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Sulawesi Tengah berharap ada titik terang dari hasil penyelidikan uji balistik dilakukan Polri. Atas peristiwa tertembaknya seorang warga dalam unjuk rasa penolakan tambang di Kabupaten Parigi Moutong beberapa waktu lalu.
"Proses pemeriksaan dan uji ilmiah senjata api yang digunakan personel kepolisian harus benar-benar dilakukan secara terbuka dan transparan, agar publik mengetahui perkembangan investigasi dilakukan aparat penegak hukum," kata Ketua Komnas HAM Sulteng Dedy Askary di Palu, Selasa 15 Februari 2022.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Polda Sulteng dengan menguji secara ilmiah melalui uji balistik terhadap senjata api digunakan personel kepolisian saat menjalankan tugas merupakan satu upaya konkret. Untuk membuktikan siapa dan apa yang sebenarnya terjadi.
Selain itu, keterbukaan dalam proses penyelidikan tersebut juga untuk meyakinkan publik. Bahwa institusi telah melaksanakan upaya dan mengambil langkah yang seharusnya dilakukan.
"Peristiwa ini menjadi bagian dari pelajaran berharga bagi kita semua. Kami juga meminta kepolisian agar peristiwa ini perlu menjadi catatan penting dalam mengevaluasi protap pengamanan unjuk rasa supaya insiden ini tidak lagi terjadi," ujar Askary.
Pihaknya secara konsisten mengawal proses penyelidikan dilakukan Polda Sulteng. Termasuk pemeriksaan senjata api dan proyektil melalui uji balistik oleh Laboratorium Forensik Polri.
Ia juga meminta warga agar menghormati proses penyelidikan hingga nanti jika ditetapkan tersangka pada proses penyidikan, karena apa yang dilakukan kepolisian bagian dari harapan publik.
"Semoga proses ini membuahkan hasil," ujarnya pula.
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto mengemukakan, saat ini tim Laboratorium Forensik Polri mengambil sampel kurang lebih 20 pucuk senjata api beserta proyektil.
Baca Juga: Polda Sulawesi Tengah Uji Balistik 20 Senjata Api, Tersangka Masih Dicari
Dari masing-masing senjata, telah diambil tiga buah proyektil sebagai sampel, dan total proyektil akan dilakukan pencocokan sebanyak 60 buah.
"Uji balistik dilakukan di Laboratorium Forensik Polri di Makassar, Sulawesi Selatan dan saat ini masih berproses," ujar Didik.
Seluruh senjata yang diperiksa, katanya pula, merupakan proyektil yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).
Selanjutnya, Polda Sulteng juga telah mengeluarkan laporan polisi, sebab ada perbuatan pidana, karena terdapat korban jiwa.
"Mengenai tersangka masih dalam proses penyelidikan, salah satunya menunggu uji balistik, kami masih pengecekan dan kalau cocok akan disampaikan perkembangan selanjutnya," kata Didik. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Lagi-lagi Antre Solar Makan Korban, Petugas SPBU di Mamuju Dibacok Sopir Truk
-
Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private
-
BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan
-
57 Pelajar Keracunan MBG di Kendari, Kepala SPPG Minta Maaf
-
Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh