SuaraSulsel.id - Berkunjung ke Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Nama Muhammad Ridho cukup kondang. Ia berpengalaman memproduksi pakaian tenun sutra untuk pejabat negara.
Ridho pernah dipercaya mendesain baju Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Ani Yudhoyono.
Pada tahun 2014, kata Ridho, SBY yang menjabat sebagai Presiden RI kala itu, hendak berkunjung ke Sulsel. Ia kemudian diminta menyiapkan baju untuk kepala negara dan ibu negara yang terbuat dari tenun sutra.
"Saya pilih kain sutra yang paling bagus kualitasnya. Warna hitam," kata Muhammad Ridho, Senin, 31 Januari 2022.
Ridho mengaku permintaan itu cukup mendadak. Produksi satu baju sutra saja butuh waktu sampai sepekan lebih. Belum lagi motifnya.
Namun dalam waktu tiga hari, Ridho berhasil menyiapkan baju khas tenun sutra untuk SBY dan Ani Yudhoyono.
Satu baju untuk SBY, butuh kain sampai 3,5 meter.
Ridho juga dituntut untuk membuat motif yang punya makna dan filosofi. Ia lalu memadukan motif aksara lontara dan ukiran Toraja sebagai ciri khas budaya Sulawesi Selatan.
"Saya pilih ukiran Paqbulu dari Toraja untuk bagian dada. Artinya pemimpin. Kemudian dipadukan dengan aksara lontara di pinggiran yang dimaknai sederhana. Pemimpin yang sederhana," ujarnya.
Baca Juga: Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin Mau Berkunjung ke Rumah Almarhum KH Sanusi Baco di Makassar
Ridho tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya walau pengalaman itu sudah delapan tahun berlalu. Hasil karyanya saat itu hanya dihargai Rp6 juta saja.
"Tapi saya bahagia, saya dipercaya bikinkan baju untuk Presiden," ujarnya.
Ridho juga yang selalu menyiapkan baju tenun sutra untuk Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Katanya, hampir 80 persen pakaian sutra mantan Gubernur Sulsel itu dia yang buat.
Sayang, usaha tenun sutranya saat ini terkatung-katung. Produksinya tak lagi aktif seperti dulu.
Masalahnya hanya satu. Bahan baku yakni ulat murbei harus diimpor dari China.
Harganya pun semakin mahal. Satu box saja, kata Ridho harganya Rp1,2 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta
-
Ketua KONI Tersangka Korupsi Dana Hibah PON Aceh-Sumatera Utara Langsung Ditahan