SuaraSulsel.id - Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan mengusulkan sebanyak 302 orang narapidana mendapatkan remisi umum pada hari raya natal 2021. Satu diantaranya adalah narapidana kasus korupsi yang diusulkan bebas.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel Harun Sulianto merinci 301 orang mendapat RK I atau pengurungan masa tahanan, sementara RK II atau bebas ada satu orang.
Mereka berasal dari sejumlah Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di berbagai wilayah di Sulsel.
"Satu orang yang diusul RK I itu dari Lapas Makale (Tana Toraja)," kata Harun, Rabu, 22 September 2021.
Dia adalah Yohana Sara Rita. Yohana dijatuhi vonis empat tahun penjara pada kasus proyek pembangunan Jalan Poros dan Jembatan Pangalla'-Awan, Toraja Utara. Merugikan negara hingga Rp2 miliar.
Yohana mendapat remisi 1 bulan dan sudah membayar denda. Jika usulan remisi disetujui, maka Yohana akan bebas pada 16 April 2023.
Kata Harun, hal tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Pasal 14 terkait hak narapidana dan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 Pasal 34 tentang pemberian remisi bagi narapidana khusus. Kemudian, Peraturan Menteri Kemenkumham Nomor 18 Tahun 2019 tentang tata cara pemberian remisi bagi narapidana.
"Ada syaratnya. Harus memenuhi syarat administratif, seperti berkelakuan baik dan telah menjalani hukuman minimal 6 bulan," jelasnya.
Ia memastikan bahwa proses pengusulan remisi khusus ini dipastikan bebas dari praktek pungutan liar. Sebab dalam proses pelaksanaan melalui digitalisasi dengan pengusulan menggunakan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) secara otomatis.
Baca Juga: Antisipasi Traffic Nataru 2022, Smartfren Siapkan Peningkatan Kapasitas Jaringan
Sistem ini secara otomatis mengusulkan remisi apabila narapidana tersebut memang telah memenuhi syarat. Begitu pula sebaliknya, jika belum memenuhi syarat maka sistem akan menolak.
Diketahui, remisi adalah pengurangan masa kurungan penjara yang diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat dan berkelakuan baik selama menjalani masa pidana.
Di perayaan Natal 2021 ini, narapidana yang beragama Kristen akan mendapatkan Remisi Khusus Natal pada 25 Desember 2021.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor
-
Temuan Mencurigakan di Pemkot Makassar, Appi Janji Bongkar Habis 'Anomali'
-
Hari Pahlawan 2026, Cucu Bau Massepe Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan
-
Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting
-
Barang Penumpang Sriwijaya Air Hilang di Bandara Sultan Hasanuddin