SuaraSulsel.id - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Utara (Sulut) Tinneke Adam mengatakan sebanyak 900 nelayan di provinsi ini pada tahun 2022 ditargetkan mengikuti program asuransi.
"Kita menargetkan sebanyak 900 nelayan di Sulut ikut asuransi. Ini semua demi kebaikan nelayan," ujar Tinneke di Manado, Jumat 17 Desember 2021.
Kuota sebanyak 900 nelayan ini bisa saja bertambah, ujar dia. Asalkan berkasnya cepat masuk ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Kuotanya bisa saja lebih dari 900 nelayan, tapi harus cepat mendaftar agar bisa masuk pangkalan data. Jadi siapa cepat dia yang akan cepat didaftar," katanya.
Karena itu, kata dia, kabupaten/kota agar berinisiatif untuk mempercepat proses pendaftaran para nelayan guna ikut asuransi yang dibiayai Kementerian KKP.
"Kalau mereka belum difasilitasi atau mendapatkan bantuan asuransi, pemerintah daerah bisa menganggarkannya melalui APBD," sebutnya.
Selain kartu tanda penduduk (KTP) sebagai syarat administrasi untuk ikut asuransi, kata dia, syarat lainnya adalah yang bersangkutan benar-benar berprofesi sebagai nelayan.
Dia berharap para nelayan merespons positif untuk ikut asuransi dengan cara segera mendaftarkan diri. Agar bisa memberikan perlindungan diri saat melaut. (Antara)
Baca Juga: Nelayan di Bandar Lampung Diminta Pakai Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta
-
Ketua KONI Tersangka Korupsi Dana Hibah PON Aceh-Sumatera Utara Langsung Ditahan