SuaraSulsel.id - Stok daging babi di Sulawesi Selatan disebut menurun drastis. Menjelang natal dan tahun baru 2022.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan Pemprov Sulsel Abdul Azis mengatakan, penurunan stok diakibatkan oleh populasi babi di Sulsel yang terus menurun. Salah satunya karena babi yang dipotong rata-rata betina, bukan jantan.
Azis menjelaskan pada tahun lalu, populasi babi Sulsel mencapai 948.253 ekor. Kini hanya 893 ribu saja.
"Menurun drastis. Sampai triwulan III tahun 2021, penurunannya mencapai 5,77 persen. Sangat minus," kata Azis kepada media di hotel Harper Makassar, Senin, 13 Desember 2021.
Ia mengatakan tingkat konsumsi daging babi setahun terakhir meningkat drastis. Tertinggi di wilayah Toraja Utara, Tana Toraja, kemudian daerah Luwu dan Luwu Timur.
Ia mengaku peningkatan konsumsi diakibatkan oleh upacara adat di Toraja yang menjadikan babi sebagai hewan utama yang harus disembelih. Apalagi saat ini, izin upacara adat di masa pandemi sudah dilonggarkan, baik untuk pemakaman dan pernikahan.
"Apalagi di bulan Desember ini, konsumsi daging sangat meningkat. Namun dari jumlah populasi, stok yang ada masih cukup aman. Kami jamin tidak ada masalah," tambah Azis.
Penurunan stok membuat harga daging babi di Toraja mengalami peningkatan drastis. Salah satu pedagang daging babi, Agustina mengatakan, sepekan terakhir harga daging babi di pasaran menyentuh angka Rp80 ribu per kilo.
"Sebelumnya Rp55 ribu. Sekarang jelang natal jadi naik. Banyak juga pesta," kata Agustin.
Baca Juga: Menhub: Jaga Kelancaran Arus Penumpang dan Prokes Ketat di Pelabuhan Saat Nataru
Ia mengatakan harga naik karena stok yang ada berkurang. Apalagi, peternak babi sekarang tidak lagi menjual ke pedagang, tapi langsung menjualnya secara online.
"Jadi yang punya babi tidak lagi jual ke kita, langsung mereka jual utuh juga. Jadi kita juga punya stok menipis sementara banyak permintaan," katanya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung
-
Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon
-
Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi
-
Mahasiswa di Makassar Rekayasa Penculikan, Minta Tebusan Rp90 Juta ke Orang Tua
-
DPRD Setuju Makzulkan Bupati Gowa, Kenapa Husniah Talenrang Belum Resmi Dicopot?