SuaraSulsel.id - Bila ingat artis cilik Indonesia zaman dulu pastinya teringat sosok-sosok wajah imut nan cantik yang selalu menghiasi televisi Indonesia. Ada yang menjadi penyanyi, pemain film, bintang iklan. Pada masanya sosok mereka selalu dinantikan dan di tunggu di depan layar kaca.
Lain dulu lain sekarang, banyak perubahan yang terjadi pada artis cilik Indonesia tersebut. Perubahan ini tentunya lumrah, karena perubahan pada manusia adalah sesuatu yang alami.
Namun ada beberapa artis cilik Indonesia zaman dulu yang hingga kini masih eksis di dunia hiburan dan masih sering kita lihat di layar kaca. Diantaranya adalah:
Artis cilik satu ini lahir pada tanggal 3 November 1992. Dulu Joshua terkenal lewat lagunya yang berjudul “Diobok-obok” dalam klipnya Joshua ditemani Tukul Arwana. Jojo nama akrabnya, dikenal sebagai anak yang aksen bahasa jawanya sangat kental.
Anak kandung dari pasangan Jedi Suherman dan Lisa Suherman ini memulai kariernya pada tahun 1996 dan melahirkan beberapa album yang laku keras di pasaran. Selain sukses didunia tarik suara, Jojo membintangi beberapa film. Di antaranya film “Joshua oh Joshua” yang rilis pada tahun 2000.
Kini Joshua sudah beranjak dewasa, karier dan bakatnya masih menghiasi dunia tanah air, terbukti dari beberapa film yang dibintanginya antara lain “Sang Pencerah”, “Tendangan dari Langit”,”Tiga Pocong Idiot”,”Cerita Cinta” dan lainnya.
Joshua bisa dibilang artis cilik yang masih wara-wiri di televisi hingga kini. Selain membintangi beberapa film, Jojo juga menjadi presenter di beberapa acara termasuk membintangi serial web dan komedi situasi.
Di halaman akun Instagramnya terlihat jelas bahwa Jojo masih menjadi idola cilik sepanjang masa. Ini terbukti dari jumah followernya yang sudah mencapai lebih dari 600.000 orang.
Baca Juga: 9 Potret Artis Nonton Konser K-pop, Sampai Rela ke Luar Negeri!
2. Tasya Kamila
Masih ingat dengan lagu “Anak Gembala”? Jika ingat lagu itu, kita akan ingat sosok anak yang cantik dan mneggemaskan. Siapa lagi kalau bukan Tasya Kamila, idola cilik yang imut dengan ciri khas lesung pipit yang menggemaskan.
Tasya Kamila memulai kariernya pada umur belia secara tidak sengaja, karena seorang ibu kawannya saat taman kanak-kanak mendaftarkan dirinya sebagai bintang iklan di salah satu biro iklan.
Setelah melampaui beberapa kali casting, Tasya terpilih membintang sejumlah produk, seperti susu, department store, bedak, pemen dan pasta gigi.
Bahkan saat itu Tasya terrpilih jadi duta Pasta gigi anak merk yang cukup terkenal di Indonesia. Dari bintang iklan, Tasya memcoba latihan vokal dan terbukti dia bisa bernyanyi dengan menelurkan beberapa album yang laris manis di pasaran.
Lagunya yang terkenal adalah Anak Gembala, Libur Telah Tiba dan terakhir dia berduet dengan band terkenal Sheila on 7 dan membawakan lagu berjudul “Jangan Takut Gelap”.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Ormas Islam akan Laporkan Ade Armando, Abu Janda dan Grace Natalie
-
HUT Luwu Utara: Andi Sudirman Hadiahkan Jalan, Rute Pesawat, hingga Irigasi Miliar Rupiah
-
[CEK FAKTA] Menag Nasaruddin Umar Larang Sembelih Hewan Kurban dan Minta Diganti Uang?
-
Sulsel Raih Penghargaan Tanggap Bencana Nasional, Gubernur Sulsel: Hasil Kerja Kemanusiaan Bersama
-
ISNU Kritik Rencana Penutupan Prodi Kependidikan: Jangan Hanya Kejar Target Industri