SuaraSulsel.id - Foto Presiden Jokowi membeli Noken di Taman IMBI Jayapura viral. Beberapa orang yang kritis menilai hal tersebut sebagai pencitraan.
Staf Khusus Presiden RI asal Papua Billy Mambrasar menjawab pertanyaan dan tudingan tersebut kepada publik.
Lewat tulisannya, Billy menceritakan apa yang terjadi. Berikut tulisan Staf Khusus Billy Mambrasar:
Ada Apa Dengan Jokowi dan Papua?
Sebagai seseorang yang kerja dekat dengan beliau, dan melihat beliau sebagai sosok yang apa adanya di balik layar kamera.
Saya masih ingat, sewaktu mendampingi beliau saat Pembukaan PON 2021 pada awal Oktober lalu, dan kunjungan kerja hampir seminggu, pada waktu yang bersamaan.
Saat rombongan kami melalui kota Jayapura, Presiden Jokowi menunjuk ke arah mama-mama dari Paniai yang berjualan di Taman Imbi, Kota Jayapura (setelah sebelumnya beliau membeli noken mama-mama Papua dekat Bandara sentani, dan memberikan bantuan kepada Suster yang memanggil dirinya di Pinggir jalan).
Kami berdua kemudian berdiskusi sedikit di depan lobi Hotel sebelum beristirahat, dan beliau bertanya tentang mama-mama tersebut, yang kemudian saya jelaskan dengan memaparkan cerita tentang mereka. Beliau kemudian berjanji, saat kembali nanti, akan menghampiri mereka.
Hal tersebut beliau buktikan, saat kunjungan kerja menutup PEPARNAS kemarin, beliau datang, menyapa, dan membeli Noken dari mama-mama Papua di Taman Imbi tersebut.
Baca Juga: KPK: Selamatkan 7 Aset Negara di Kota Makassar
Perhatian Jokowi untuk mama-mama Papua bukan hanya dalam momen ini saja. Selain memerintahkan pembangunan pasar untuk mama-mama Papua, beliau juga mendorong berbagai program dalam bentuk bantuan modal usaha, bantuan sosial, bahkan selalu menyempatkan untuk mendengarkan keluh kesah mama-mama setiap kali melakukan kunjungan kerja ke Papua.
Mengapa harus Papua? Mengapa Jokowi “ngotot” PON dan PEPARNAS 2021 ini ini harus di Papua? Bahkan hadir di pembukaan PON dan Penutupan PEPARNAS? Mengapa beliau mendorong pembangunan Papua Youth Creative Hub untuk menciptakan pengusaha muda Papua, dan pelaku digital start up, juga penciptaan petani mileninal? Mengapa beliau sibuk sekali memberikan perhatian untuk mama-mama Papua?
Ada apa dengan Jokowi dan Papua? Demikian pertanyaan banyak orang.
Kemudian muncullah spekulasi obrolan warung kopi, dibalut penjelasan hipotetikal menggunakan teori kepentingan ekonomi Jokowi, teori komunikasi pencitraanya, hingga teori politik konspirasi ambisinya, tentu tak berbukti.
Saya tidak ingin membantah, atau menggunakan teori khusus untuk menjelaskan alasannya. Lalu ada apa diantara Jokowi dan Papua? penjelasan sederhananya hanyalah: Rasa Cinta. Yang membaca tulisan ini dan sedang jatuh cinta, coba jelaskan, gunakan teori ekonomi, sosial, politik, teknik atau matematik, kenapa anda jatuh cinta sama cewek atau cowok pujaan anda? Tidak bisa kan? Karena memang rasa cinta tidak ada kerangka berpikir rasionalnya, ini adalah masalah: Rasa dan Perasaan.
Saya ingat beliau sering berkata: “Billy, kamu harus kerja keras, terus belajar, dan pastikan fondasi pelayanan masyarakat kamu harus kuat. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang melayani, dan melayani itu harus pake rasa”
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Sekda Sulsel Dorong OPD Perkuat Pelayanan Publik Jelang Penilaian Ombudsman 2026
-
Ratusan Petani Luwu Timur Turun Gunung Tolak Penggusuran Kawasan Industri
-
Rebutan Solar Berdarah di SPBU Makassar, Kenapa Pertamina Selalu Bilang Stok Aman?
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !