SuaraSulsel.id - PT Perkebunan Nusantara XIV Unit Keera-Maroangin berencana melakukan ekstensifikasi kebun kelapa sawit seluas 200 hektare. Rencana itu dalam rangka pengembangan areal tanam dan optimalisasi aset lahan yang belum digarap.
Tak hanya itu, industri kelapa sawit nasional juga memiliki kontribusi positif terhadap penciptaan lapangan kerja, yaitu lebih dari 16 juta tenaga kerja. Komoditas sawit juga memberi kontribusi devisa negara terbesar ekspor non migas dengan menyumbang 15,6 persen dari total ekspor non migas pada tahun 2020 lalu.
PTPN XIV berupaya menangkap peluang sekaligus memberikan kontribusi positif dengan memanfaatkan areal Kebun Maroangin untuk lahan kelapa sawit yang sebelumnya sempat digunakan budi daya ubi kayu, sebagai pasok bahan baku pabrik tepung tapioka.
Manajer Unit Keera Maroangin, Andi Arfawati mengungkapkan, prospek pasar kelapa sawit secara global yang cukup cerah membuat PTPN XIV Unit Keera-Maroangin terus melakukan upaya pengembangan dan optimalisasi aset hak guna usaha (HGU), diantaranya dengan memanfaatkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Andi Arfawati menjelaskan, Kebun Keera-Maroangin telah melakukan persiapan dalam rangka pembukaan lahan, mulai dari melakukan survei, pengukuran dan pemetaan areal yang dikelola atau dibuka. Ia mengatakan telah siap menyongsong optimalisasi aset seluas 250 hektare di Maroangin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
"Di Maroangin sendiri telah dilakukan pengembangan areal tanam seluas 50 hektare, direncanakan harus selesai sampai bulan Desember tahun 2021. Sedangkan untuk 200 hektare itu, direncanakan penyiapan lahan pada tahun ini dan ditanami pada tahun depan karena bibitnya belum siap untuk ditanam," kata Andi Arfawati.
Selaku Manajer Unit Usaha Keera Maroangin, Andi Arfawati mengatakan meski pandemi Covid-19, usaha berjalan terus dan pihaknya tetap dapat menyerap tenaga kerja lokal.
Saat ini ada sekitar 200 orang yang bekerja sebagai tenaga kerja harian maupun borongan. Tentunya dengan usaha pengembangan kelapa sawit ini sangat membantu ekonomi masyarakat sekitar. Belum lagi usaha-usaha baru yang muncul disekitarnya. Sebagai pendukung pengembangan, misalnya angkutan, dan warung-warung.
"Saat ini unit Kebun Keera Maroangin menyerap tenaga kerja buruh harian sekitar 200 orang dari sekitar wilayah HGU PTPN XIV," tutupnya.
Baca Juga: Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam Dimutasi, Ini Penggantinya
Senada dengan perkataan salah-satu mandor kebun Maroangin, Akmal, mengatakan Unit Kebun Keera Maroangin masih menyerap tenaga kerja lokal dari dua kabupaten, yakni Enrekang dan Pinrang.
"Penyerapan tenaga kerja lokal dari dua kabupaten. Buruh ini bertugas dalam pemupukan, kastrasi dan lainnya. Pembukaan lahan baru akan berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja baru," ujarnya.
Ia juga berharap adanya realisasi pembangunan pabrik kelapa sawit di Maroangin. Menurutnya, masyarakat sekitar kebun akan juga mengembangkan areal tanam kelapa sawit.
"Kita bersyukur kalau ada pabrik kelapa sawit di Maroangin. Sebab, sebagian masyarakat sudah menanam sawit atau plasma. Apalagi ada pabrik baru, masyarakat akan lebih tertarik lagi menanam kelapa sawit," harapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Warga Evakuasi Korban dari Kolong Truk di Makassar: Balita Tewas, Tiga Luka-Luka
-
Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 11 Polisi Diperiksa Propam
-
Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun
-
Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur
-
Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan