Secara subyektif, kata mantan Ketua KPID Sulawesi Selatan itu, dia biasa membaca media-media online yang juga bagian dari grup media mainstrem. Selain itu, media yang punya ciri dan karakter kuat, media yang memberi perspektif dan wawasan, serta media yang bisa jadi referensi dan kaya data. Juga media yang ramah anak, tidak bias gender, yang mengusung nilai-nilai humanisme, dan edukatif.
"Saya suka berita dari media-media yang melakukan literasi kebangsaan, dan media yang tidak menggoreng isu hanya sekadar untuk mendapatkan clickbait demi meraih keuntungan finansial," paparnya.
Kegiatan ini diadakan secara hybrid, yakni secara tatap muka dan daring. Selain Rusdin Tompo, panitia juga menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan, Amson Padolo. Ada juga pembicara dari Mabes Polri, PT PLN Indonesia, AMSI, dan korporasi yang merupakan bagian dari stakehokder media online.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar
-
Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?