SuaraSulsel.id - Pengelola atau admin akun Instagram dengan nama 'arisan amanah' ditangkap polisi. Setelah dilaporkan oleh ratusan anggota arisan. Karena menyebabkan kerugiaan mencapai ratusan juta rupiah.
Kurang lebih seratus orang sudah melapor menjadi korban. Bahkan korban penipuan diperkirakan masih terus bertambah. Polisi telah melakukan pemeriksaan awal untuk mengungkap adanya jaringannya dalam kasus ini.
"Kasus pidana penipuan ini sedang ditangani dan sudah tiga orang pelaku kami tangkap. Sementara ini proses pemeriksaan dan pendalaman terus dilakukan, bisa jadi ada pelaku lain dari jaringan mereka," kata Kanit Reskrim Polsek Rappocini Iptu Akhmad Risal kepada wartawan di Makassar, Kamis 16 September 2021.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pelaku, dugaan penipuan arisan online ini melalui medsos Instagram dikerjakan di tempat kosnya, Jalan Pelita Raya, Makassar.
Pihak kepolisian sebelumnya telah mengupayakan langkah mediasi sebelum masuk ke ranah pidana, namun menemui jalan buntu karena tidak ada titik temu antara korban dan pelaku, walaupun pelaku berjanji membayar kerugian secara berangsur, tetapi kasusnya tetap dilanjutkan ke tindak pidana.
"Sudah dimediasi, tapi pelaku tidak bisa memperlihatkan jaminan. Serta memberikan penjelasan pergantian kerugian para korbannya, selanjutnya kita proses pidana," katanya.
Rencananya kasus ini akan dilimpahkan ke Polrestabes Makassar untuk penyelidikan lebih mendalam. Demi mengungkap jaringan mereka atas modus penipuan berkedok investasi arisan.
Salah seorang korban penipuan tersebut, Ana, menjelaskan, awalnya berjalan lancar. Setiap member atau anggota wajib terdaftar mengikuti arisan Menurun. Skemanya, siapa nama paling atas akan dicairkan. Angsuran pembayaran juga berbeda dari atas ke bawah mulai Rp1 juta, Rp1,5 juta, Rp2 juta dan seterusnya agar bisa dapat Get (pencairan).
Sedangkan untuk bagian investasi atau dinamai Dos, pembayaran juga berbeda, misalnya investasi Rp7 juta dalam 10 hari kembali Rp10 jutaan. Ia menuturkan, telah tertipu Rp30 jutaan.
Baca Juga: Video Detik-detik Penangkapan Terduga Pencuri di Balai Kota Makassar
Hal senada disampaikan korban lainnya, Sari. Setiap member harus mengikuti arisan mulai Rp1 juta sampai Rp15 juta agar bisa ikut skema investasi. Sedangkan proses pencairan uang ditentukan owner atau pelaku melalui penyampaian secara online di medsos tersebut.
"Saya baru tahu ternyata identitasnya palsu, tidak sesuai nama di KTP. Kami kenal nama Puput, tapi ternyata namanya Lisda. Kerugian saya sudah Rp39,7 jutaan. Anggotanya banyak ada 200 lebih, paling banyak dari luar Sulawesi, kalau dari Papua itu sudah investasi Rp180 jutaan," beber dia.
Pelaku mengiming-imingi keuntungan besar kepada calon korban agar ikut arisan. Hingga investasi dengan janji diberi keuntungan antara Rp1 juta sampai Rp1,5 juta dalam lima hari. Belakangan banyak korban yang dananya tidak kembali.
"Sudah banyak korban melaporkan kejadian penipuan ini, kurang lebih 100 orang. Untuk kerugian diperkirakan lebih dari Rp100 jutaan. Nama terlapor sebagai owner (pemilik) arisan dan investasi itu Lisda alias Puput," ungkap Risal. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Tinggalkan Keluarga 3 Tahun, Ini Alasan Emosional Darije Kalezic Kembali ke PSM Makassar
-
Bukan Sekadar Publikasi, Riset Rp120 Miliar Australia-Indonesia Ini Wajib Selesaikan Masalah Rakyat
-
5 Fakta Menstruasi Wajib Diketahui Remaja Putri, Jangan Lagi Percaya Mitos!
-
Tim SAR Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa