Saat itu Irfandy mengaku takut dirampok jika berhenti. Karena uang yang ada di mobil cukup besar.
Mereka juga sempat menuju ke Lego-lego. Di waktu bersamaan, Nurdin Abdullah sedang berada di lokasi yang saat itu.
"Tapi hanya putar di Lego-lego tidak berhenti. Nanti berhenti di depan masjid terapung," jelasnya.
Di depan masjid, Edy kemudian berpindah lagi ke mobil Irfandy. Mereka lalu pulang ke rumah dinas Edy Rahmat di Jalan Hertasning.
Sesampai di rumah dinas, Irfandy mengangkat koper yang berisi uang itu ke dalam rumah. Ia menaruhnya di depan kamar Edy Rahmat.
"Setelah itu saya ke Alfamart dan pulang ke rumah ternyata sudah ada KPK yang datang. Dia cari Pak Edy. Saat KPK datang, saya disuruh masuk ke kamar. Saya dilarang keluar. Pak Edy kemudian dibawa KPK sama saya," tukasnya.
Ibrahim Palino kemudian menanyakan ke Irfandy, apakah tidak menaruh curiga sama sekali dengan uang yang diserahkan secara sembunyi seperti itu.
"Apakah curiga saat itu? Kenapa uang diserahkan seperti kayak sinetron? Kalau normal, kan, cukup serahkan saja di rumah makan atau dimana. Kenapa harus pakai koper?," tanya Ibrahim.
"Kayak di sinetron kan. Ada jalan-jalannya, kemudian pindahkan uang, ada koper, ransel dan lain-lain. Bahkan saudara menyarankan supaya mutar-mutar dulu di daerah pantai Losari karena takut dirampok," lanjut Ibrahim.
Baca Juga: Kamar Tidur Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Dibongkar, Sempat Ricuh
Irfandy mengaku sudah menaruh curiga saat koper dipindahkan. Hanya saja tak berani menanyakan ke Edy Rahmat.
Saksi Dapat Proyek dari Edy Rahmat
Dalam persidangan lanjutan, Irfandy juga mengaku pernah mendapat dua paket proyek dari terdakwa Edy Rahmat. Proyek itu bernilai ratusan juta.
"Betul, saya pakai perusahaan sewa karena tidak punya perusahaan," ujar Irfandy.
Ia menjelaskan proyek itu adalah penunjukan langsung di Dinas PU dan Tata Ruang. Edy Rahmat saat itu sudah menjabat sebagai Sekretaris Dinas PU dan Tata Ruang Pemprov Sulsel.
"Proyeknya workshop di Baddoka sama di Selayar. Anggarannya Rp 180 juta satu proyek," tukas Irfandy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
-
Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun
-
Penantian 1 Tahun Berbuah Manis, Jurnal Al-Daulah UIN Alauddin Tembus Scopus