SuaraSulsel.id - 75 Kilogram narkoba dari Surabaya dikirim ke Kota Makassar lewat jalur laut. Menggunakan jasa perusahaan ekspedisi. Berhasil diungkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam mengatakan, dalam kasus peredaran narkoba ini, polisi telah melakukan penyelidikan selama dua bulan. Kemudian berhasil membongkar aksi tiga pelaku yakni, SYF (37 tahun), ABJ (24 tahun) dan FTR (28 tahun).
Tiga pelaku ditangkap di dua tempat yang berbeda. Antara lain di salah satu hotel di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar pada Rabu 25 Agustus 2021 sekitar pukul 19.00 Wita, malam. Pelaku yang tertangkap waktu itu adalah SYF dan ABJ.
Dari situ, polisi kemudian melakukan pengembangan mencari pelaku lain. Hasilnya, FTR juga ikut tertangkap di salah satu hotel di Jalan Mapanyukki, Makassar. Pada Sabtu 28 Agustus 2021 pukul 01.00 Wita.
"Yang pasti ini tidak serta merta tiba-tiba ini bisa tertangkap. Ini dua bulan kita sudah melakukan penyelidikan. Sehingga kita dapatkan titik terang dari mana barang tersebut dapat," kata Merdisyam saat menggelar konferensi pers di Mapolda Sulsel, Jalan Printis Kemerdekaan, Makassar, Selasa 31 Agustus 2021.
Menurut Merdisyam, modus yang digunakan pelaku adalah barang terlarang tersebut dikirim secara ekspedisi dari Kota Surabaya ke Makassar melalui jalur laut yang dimasukkan ke dalam mabil truk.
"Kita akan melakukan koordinasi terhadap ekspedisi-ekspedisi yang datang melalui angkutan laut tersebut. Dan tentunya ini sebenarnya pengangkutan terbesar yang selama ini sudah mereka lakukan," jelas Merdisyam.
Barang bukti yang disita dari SYF, kata Merdisyam, adalah 30 bungkus sabu dan satu bungkus ekstasi, satu tas hitam dan koper warna silver dan koper hitam dan tiga buah handphone.
Kemudian dikembangkan, dan dilakukan pengembangan di tempat tinggal SYF yang berada di daerah Pampang, Makassar dan ditemukan kembali 10 bungkus sabu-sabu dan satu bungkus ekstasi serta satu unit mobil truk Nomor Polisi DD 8648 RF.
Baca Juga: 7 Tersangka Penculik dan Penganiaya Driver Maxim Makassar Terancam 12 Tahun Penjara
Sedangkan, barang bukti yang ditemukan dari pelaku FTR adalah 35 bungkus sabu dengan berat 35 kilogram dan enam bungkus ekstasi dengan jumlah 28.747 butir dan satu buah koper besar hijau dan ransel hitam. Dari pengembangan tersangka SYF.
"Kaitan SYF dan FTR, ini anggota sindikat jaringan narkotika yang diduga dari Malaysia dan Filipina. SYF sebagai pengedar di Sulawesi, ABJ supir yang membantu SYF dan FTR adalah menerima dan sebagai pengedar di Sulsel untuk sabu dan ekstasi," jelas Merdisyam.
Dari hasil pemeriksaan barang bukti di Laboratorium Forensik Makassar pada Sabtu 28 Agustus 2021. Sebagian besar barang yang disita polisi dinyatakan positif mengandung zat narkotika metampetamin dan MDMA. Baik dari barang bukti sabu dan ekstasi.
"Semuanya positif mengandung zat narkotika terkait metamfetamin dan MDMA baik dari sabu dan ekstasi," katanya.
Kontributor : Muhammad Aidil
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Miliki Kendaraan Impian di BRI KKB Expo 2026 dengan Bunga Kredit Mulai 1,80%
-
Pabrik Senjata Ilegal di Minahasa Utara Digerebek
-
Gempa Polewali Mandar Terasa Hingga Kota Parepare, Ini Penyebabnya
-
Apa Itu Konten Lokal di Blok Masela? DPRD Maluku Siapkan Aturannya
-
BRI Tekan Cost of Fund lewat Penguatan Dana Murah di Bawah Supervisi Danantara