Vaksinasi dan Belajar Tatap Muka
Vaksinasi untuk siswa di Sulawesi Selatan juga masih minim. Dari target 978.890 sasaran, baru 54.012 orang yang sudah menerima vaksin pertama. Sementara 30.019 yang sudah tuntas vaksin kedua.
Di tengah minimnya vaksinasi, Sulsel kini siap belajar tatap muka. Ada 22 daerah yang disebut boleh menerapkan pembelajaran tatap muka atau PTM.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sulsel, Asqar mengatakan vaksinasi bukan syarat untuk bisa menggelar tatap muka di Sulsel. Kendati begitu, pihaknya terus mendorong vaksinasi bagi tenaga pendidik dan siswa.
"Sebenarnya vaksinasi bukan wajib. Paling tidak herd immunity untuk siswa bisa terbentuk. Jadi bukan berarti harus dipersyaratkan, tetapi kita berharap siswa bisa ikut divaksin, sehingga PTM yang akan kita lakukan, tidak terkendala lagi soal teknis," ujar Asqar di Kantor Gubernur, Senin, 30 Agustus 2021.
Dia menjelaskan program Kebut Vaksin yang diinisiasi Pemprov Sulsel terus didorong dengan memprioritaskan kelompok usia 12-17 tahun atau pelajar. Apalagi di Sulsel, vaksinasi pelajar masih minim.
Hingga kini, tenaga pendidik yang sudah divaksin mencapai 80 persen. Sementara untuk siswa baru sekitar 10 persen.
"Kalau untuk siswa sampai saat ini yang kita lihat memang masih tergolong rendah. Kalau dilihat dari data yang dikeluarkan dinas kesehatan itu sudah mencapai lebih 10 persen yang sudah divaksin," bebernya.
Kata Asqar, di Sulsel, dua daerah belum boleh belajar tatap muka. Makassar dan Luwu Timur masih menerapkan PPKM Level IV.
Baca Juga: Update 30 Agustus: Pasien Covid-19 Indonesia Tambah 5.436 Orang, 19.398 Sembuh
Hal tersebut berdasarkan Instruksi Mendagri 36/2021. Kedua wilayah itupun belum direkomendasikan untuk menjalankan PTM.
Dengan begitu, ada 22 kabupaten/kota di Sulsel. Dimana ditetapkan PPKM Level 2 di Sulsel hanya Kabupaten Bone. Sedangkan, 21 kabupaten/kota lainnya menerapkan PPKM Level 3.
Asqar menambahkan secara umum, PTM terbatas bagi wilayah PPKM Level 1-3 tetap diminta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Kapasitas siswa di ruang kelas dibatasi.
Begitupula jam belajar di sekolah. Hanya boleh tiga jam dalam sehari.
Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman juga sudah membolehkan PTM dimulai. Kecuali untuk daerah yang masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV.
Sudirman mengatakan sudah mengeluarkan edaran soal pembelajaran tatap muka untuk PPKM level 1 sampai level III. Belajar sudah boleh offline mulai Selasa esok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Gara-gara Asap, 1.070 Penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Gagal Terbang
-
Uang Melayang Setengah Miliar Lebih, Janji Lulus Kedokteran Unhas Ternyata Cuma Tipu-tipu
-
Mantan Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Resmi Masuk Penjara 3 Tahun
-
Penimbunan BBM di Bulukumba Diduga Libatkan Anggota Polri
-
Bahtiar Baharuddin Bantah Cawe-cawe Proyek Bibit Nanas Rp52,4 Miliar