"Bukan kayak push up. Itu hanya tindakan fisik saja yang sifatnya membuat efek jera tapi itu juga melihat orangnya. Kalau orangnya pemuda, tapi kalau renta kasihan tidak mungkin juga dilakukan seperti itu. Dan kita memang tidak diharapkan melakukan seperti itu, untuk tindakan fisik karena ini kan kita mau kesadaran dari masyarakat untuk taat protokol kesehatan," tutur Darwis.
Darwis mengaku tidak mengetahui berapa jumlah titik lokasi operasi razia protokol kesehatan di Makassar. Ia beralasan karena dirinya hanya bertugas di Kecamatan Rappocini yang berada di Jalan Sultan Alauddin dan Jalan Aroepala Makassar yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
"Yang lain kami tidak hafal karena kami di Rappocini, tapi ada yang lain. Kemudian kemarin dengan adanya perpanjangan ditambah pos lima di dalam Kota Makassar. Entah pertimbangan karena peningkatan kasus atau mungkin ada langkah-langkah lain yang diambil oleh pemerintah wali kota. Sehingga ada lagi dibentuk lima pos termasuk salah satu di Hertaning di depan pesantren ini, ada di dalam petugas kesehatannya, diisi oleh TNI. Ini bukan penyekatan, ini cuma untuk himbauan mengikuti protokol kesehatan," terang Darwis.
"Kalau di sini tidak ada hubungannya dengan surat vaksin. Yang jelas kalau dia tidak mematuhi protokol kesehatan kita pinggirkan," katanya.
Kontributor : Muhammad Aidil
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Gunung Lokon Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, Status Waspada
-
Kabut Asap Memburuk, Pemkot Palu Perpanjang Sekolah Daring
-
Prakiraan Cuaca BMKG Senin 26 Oktober 2026: Makassar Berpotensi Hujan
-
Pembangunan Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Penimbunan Lahan
-
Alasan Cari Makan, Tiga Terduga Pelaku Penyelundupan Batu Hitam Kabur dari Kantor Polisi