Bekas material bangunan hingga sampah rumah tangga ditumpuk di area lahan seluas 400 meter tersebut. Kira-kira dua meter tingginya. Terlihat dari jalan raya.
Dua mobil truk terlihat keluar masuk mengangkut sampah. Seorang wanita paruh baya terlihat sibuk memungut sisa-sisa kayu bongkahan.
Wanita itu bernama Daeng Bollo. Ia mengaku ahli waris dari pemilik lahan itu. Lahan tersebut diklaim milik orang tuanya.
Sejak tahun lalu, ia sudah memulai "bisnisnya". Menjadi pengepul bongkahan bangunan, lalu kemudian dijual lagi.
"Selama corona tidak ada penghasilan, jadi kita kerja begini saja," ujar Daeng Bollo.
Ia mengaku harusnya lahan tersebut difungsikan menjadi kebun rumput gajah mini. Sama seperti lahan lainnya di Benteng Somba Opu.
Sebagian masyarakat di sekitar Benteng Somba Opu memiliki mata pencaharian sebagai petani rumput. Namun, Daeng Bollo mengaku lahannya kadang kebanjiran jika musim hujan. Mereka merugi.
Pemerintah juga belum memberi ganti rugi lahan. Jika digugat, mereka masih punya bukti hak milik berupa rinci.
Horst mengaku sudah dua hari batuk karena debu dari sampah itu. Pada malam hari, asap pembakaran sampahnya juga mengganggu.
Baca Juga: Kawasan Benteng Somba Opu Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Lahannya Diklaim Milik Warga
Hal yang sama terlihat di dekat pintu gerbang masuk Benteng Somba Opu. Ada lahan yang sudah dikavling ditimbun agak meninggi. Kabarnya, untuk dibangun ruko.
Peneliti budaya maritim itu bilang sedih dan miris melihat kondisi Benteng Somba Opu saat ini.
Semakin lama kondisinya semakin memprihatinkan. Padahal pengelolaannya sudah di bawah kewenangan Dinas Budaya dan Pariwisata.
"Dulu masyarakat sekitar sempat diberdayakan. Mereka bantu membersihkan lalu diupah. Tapi mungkin sekarang tidak ada anggaran," tutur Doktor Dari University of Leeds itu.
Situs bersejarah tersebut harus diselamatkan. Perlu ada perhatian oleh pemerintah dan kesadaran masyarakat akan sejarahnya.
"Saya juga tidak tahu siapa yang harus bertanggung jawab untuk masalah ini. Gubernur yang perhatikan benteng Somba Opu dulu hanya (Prof) Amiruddin," tukasnya.
"Saya Malu Sekali"
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bebas dari Paving Block! 6 Km Jalan Tamalanrea Raya Makassar Dihotmix
-
Siang Jual Bendera, Malam Jualan Sari Laut: Cerita Pedagang Musiman Menjemput Rezeki Kemerdekaan
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone
-
Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Kolaborasi Himbara, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Masyarakat
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan