Muhammad Yunus
Minggu, 08 Agustus 2021 | 05:14 WIB
Program Sarana, Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Makassar melatih warga binaan usaha sablon [SuaraSulsel.id / Muhammad Aidil]

SuaraSulsel.id - Pandemi Corona atau Covid-19 yang masih melanda memaksa sebagian warga untuk lebih produktif. Hal serupa juga ternyata telah dipersiapkan Rutan Kelas I Kota Makassar. Dengan memberikan pelatihan kemandirian usaha kepada narapidana alias warga binaan.

Pelatihan yang diberikan kepada narapidana di Rutan Makassar terdiri dari pelatihan sablon, kerajinan berbahan dasar resin kayu, aneka pembuatan pernak-pernik, bercocok tanam, hingga beternak jangkrik.

Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Makassar Darmansyah mengatakan, pelatihan yang diberikan tersebut sejalan dengan program Kementerian Hukum dan HAM, yakni program Sarana, Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang merupakan kegiatan pembinaan di luar tembok atau extramural treatment.

Pelatihan tersebut diterapkan melalui keterampilan dalam kegiatan produktif serta mengedukasi masyarakat terhadap kegiatan pembinaan kemandirian yang dilakukan Lembaga Permasyarakatan.

Selain mengisi kekosongan, kegiatan ini juga dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak yang ingin melihat langsung berbagai macam hasil produksi warga binaan nantinya.

"Untuk sementara masih difokuskan di blok hunian. Kedepan Insyallah kegiatan ini akan digelar di luar tembok. Sehingga, semacam pameran dan bisa menjadi destinasi wisata bagi masyarakat untuk melihat langsung berbagai macam produktifitas warga binaan," kata Darmansyah, Sabtu 7 Agustus 2021.

Salah satu tujuan dari program SAE, kata Darmansyah, adalah untuk mengoptimalkan pembinaan kemandirian dengan membaurkan narapidana di tengah masyarakat dan dapat membuka peluang partisipasi serta edukasi bagi masyarakat tentang kegiatan dan hasil produk di Rutan Makassar. Sehingga dapat terciptanya citra positif penyelenggaraan sistem permasyarakatan.

"Rutan pada dasarnya hanya tempat singgah bagi warga binaan. Dalam waktu singgah itu, kami berusaha membekali dengan berbagai keterampilan dengan harapan agar nantinya selepas menjalani masa pidana, warga binaan memiliki bekal untuk produktif ketika bebas nanti," katanya.

Kontributor : Muhammad Aidil

Baca Juga: Nasib Penjual Bendera Merah Putih di Tengah Pandemi Covid-19

Load More