Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Suparmono menjelaskan pada sektor perikanan fenomena bediding dapat menurunkan suhu air. Akibatnya laju metabolisme tubuh ikan berjalan lambat dan nafsu makan ikan menurun.
"Efeknya pertumbuhan (ikan) akan lambat. Suhu dingin memacu pertumbuhan parasit, bakteri pathogen dan virus di air. Pada kondisi ini, serangan bakteri maupun virus lebih sering terjadi," kata Suparmono kepada awak media, Kamis (5/8/2021).
Pria yang kerap disapa Pram tersebut menyampaikan bahwa biasanya banyak ditemukan kasus serangan parasit white spot (bintik putih), Aeromonas (bakteri) dan KHV (virus). KHV sendiri menyerang ikan koi dan ikan mas, sedsngkan white spot dan aeromonas seringkali menyerang benih lele, ikan nila dan ikan hias.
Lebih lanjut, kondisi saat ini yang diprakirakan akan berlangsung hingga awal September akan memicu goncangan suhu udara dan air. Perubahan suhu yang mendadak lebih dari 3 derajat akan membuat ikan stres.
Baca Juga: Obat Covid-19 di Sulsel Terbatas, Dinas Kesehatan Hati-Hati Dalam Distribusi
"Pada kolam yang dalam, goncangan atau perubahan suhu berjalan lebih lambat, sebaliknya pada kolam dangkal perubahan lebih cepat," ucapnya.
Pram menyebut hal-hal yang bisa dilakukan pembudidaya ikan antara lain adalah dengan pemberian imunostimulan pada ikan, pengendalian kualitas air, pengurangan padat tebar ikan dan pemberian pakan yang selektif.
"Perangsangan Imunostimulan dilakukan dengan pemberian vitamin dan pemanfaatan probiotik," imbuhnya.
Ditambahkan Pram, untuk sektor tanaman pangan dan hortikultura sendiri tetap ada sejumlah hal yang perlu diwaspadai saat perubahan suhu semacam ini.
Jika pada bawang merah dan cabai yang terkena kabut tebal serta udara dingin, petani disarankan untuk menyemprotkan air hangat. Direkomendasikan dengan suhu 30-35 derajat celcius atau lebih hangat di udara sekitar.
Baca Juga: Sidang Nurdin Abdullah : Pengusaha Transfer Uang Lewat Rekening Bantuan Covid-19 Sulsel
"Tujuannya agar mengaktifkan aliran hara pada tanaman serta merenggangkan kerapatan udara dan spora yang terdekomposit pada tanaman," tandasnya.
Berita Terkait
-
H+3 Lebaran: Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan Hingga Petir
-
Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Mudik Lebaran 2025, Ini Daftar Daerah Rawan
-
Terjadi Musim Pancaroba Selama Periode Lebaran, Pengelola Wisata Diminta Siapkan Mitigasi Bencana
-
Mudik Lebaran 2025, Siap-siap Gelombang Tinggi dan Angin Kencang Ancam Penyeberangan!
-
Jakarta dan Jawa Barat Masih Berpotensi Hujan Sampai 1 April, BNPB Lakukan Rekayasa Cuaca
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Dosen Unismuh Makassar Dikirim Kemenkes Bantu Korban Gempa Myanmar
-
BRI Menang Penghargaan Internasional The Asset Triple A Awards untuk Keuangan Berkelanjutan
-
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Lokal, Danau Talaga & Tateli Jadi Favorit Warga
-
Polisi Selidiki Kejanggalan-kejanggalan Kematian Perempuan Asal Toraja di Makassar
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka