SuaraSulsel.id - Sejumlah tokoh mulai terbuka menyampaikan sinyal ingin maju di Pilpres 2024. Figur seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, Puan Maharani, dan Muhaimin Iskandar telah memperlihatkan gerakannya. Baik lewat spanduk, hingga desain kreatif di media sosial.
Lalu sebesar apa peluang mereka untuk maju di Pilpres 2024? Direktur Utama PT Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir mengatakan, ada tiga tolak ukur utama figur memiliki peluang besar maju sebagai Capres 2024.
Pertama tentu penerimaan publik. Setiap figur harus mendapat dukungan elektoral yang tinggi dari publik. Dan tentu seiring dengan basis geopolitik masing-masing figur.
Kedua, figur harus memiliki kesiapan biaya politik yang besar untuk kebutuhan bertarung 2024. Sebab 2024 kemungkinan besar tingkat pragmatisme pemilih meninggi akibat melemahnya ekonomi masyarakat. Efek pandemi covid 19.
"Kondisi tersebut membuat masyarakat terganggu penghasilannya, dan tentu itu akan membuat berpotensi membuat masyarakat menjadi pragmatis," kata Suwadi, Kamis 5 Agustus 2021.
Ketiga, kemampuan figur menciptakan peta koalisi baik di tingkat elit parpol, maupun elit-elit nasional, maupun koalisi pasangan Capres dan Cawapres.
Menurut Suwadi, para Capres harus memperhatikan betul geopolitik, dan strategi koalisi parpol di Pilpres 2024.
Menurut Suwadi, dari sekian banyak figur-figur yang ingin maju, hanya tiga figur yang memiliki kans besar menang. Jika berhasil maju di Pilpres 2024.
Ketiganya adalah Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto untuk posisi calon presiden.
Baca Juga: Baliho Puan Maharani Mejeng di Kota Solo, Rudy: Bukan DPC, Itu Tim dari Mbak Puan
Sedangkan figur Cawapres yang kuat menurut analisis Suwadi adalah Andi Amran Sulaiman (AAS) dan Sandiaga S Uno yang kuat dari perwakilan Indonesia Timur, sedangkan perwakilan dari pulau jawa ada tiga figur kuat sebagai Cawapres yaitu AHY, Cak Imin, dan Puan Maharani.
"Sedangkan dari perwakilan Indonesia bagian barat figur yang kuat adalah Tito Carnavian," tutur Suwadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Rp14,15 Triliun Uang Mengalir ke Sulsel, Daerah Mana Paling Banyak Terima?
-
Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim
-
22 Vespa Kesayangan Ludes Terbakar di KM Mutiara Sentosa II
-
Kenapa Putra Raja Gowa Tuntut Pencabutan Perda Lembaga Adat Daerah
-
Daftar Kapal Penyelamat Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II