SuaraSulsel.id - Manfaat tersembunyi panas bumi terungkap. Panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik tetapi juga mengurangi emisi dan mengoptimalkan sumber daya energi lokal.
"Geothermal juga ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah,” kata Manager Government and Public Relation Pertamina Geothermal Energy (PGE) Sentot Yulianugroho dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 4 Agustus 2021.
Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berperan mengurangi emisi gas buang karbon dioksida, sehingga bisa menciptakan lingkungan yang bersih dari polusi.
Berdasarkan perhitungan versi carbon neutral calculator, pengurangan gas rumah kaca bahkan telah mencapai 14,91 juta ton karbon dioksida per tahun.
Jumlah itu diperoleh dari kapasitas PLTP di Indonesia sebesar 2.130,6 Megawatt.
"PGE yang sudah mengoperasikan pembangkit listrik geotermal sejak hampir lima dekade sudah turut mengurangi berjuta-juta ton gas karbon dioksida," ujar Sentot.
PGE sebagai bagian dari subholding Pertamina New Renewable Energy (NRE) memiliki kapasitas pembangkit listrik panas bumi sebesar 672 megawatt yang mengurangi 3,6 juta ton karbon dioksida per tahun.
Menurut Sentot, partisipasi pengurangan karbon dioksida merupakan khazanah penyelamatan lingkungan dari ancaman perubahan iklim dunia.
Saat ini PGE mengelola tujuh proyek dalam kerangka Clean Development Mechanism (CDM), enam di antaranya terdaftar di United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC).
Baca Juga: Jumlah Panas Bumi Meningkat Lebih Cepat, Picu Suhu Lautan Naik Hingga Kutub Mencair
Pengoperasian pembangkit panas bumi secara tak langsung telah memberi dampak positif dari sisi ekonomi makro melalui penghematan devisa, karena energi magma dapat mengurangi impor migas untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga diesel.
Kapasitas PLTP di Indonesia yang mencapai 2.130,6 megawatt tersebut setara dengan 100,779 barel minyak per hari (BOEPD) yang jika digenapkan selama setahun menjadi 36,76 juta barel minyak.
Apabila diasumsikan harga satu barel minyak 50 dolar AS, maka devisa yang bisa dihemat selama setahun dari keberadaan PLTP sebesar 1,84 miliar dolar AS atau setara Rp26,37 triliun.
"Beroperasinya PLTP secara tidak langsung berkontribusi terhadap penghematan cadangan devisa migas. PGE dengan 672 megawatt memberikan kontribusi penghematan devisa 580 juta dolar AS per tahun," ungkap Sentot.
Selain dampak positif dari sisi lingkungan dan penghematan devisa, keberadaan energi panas bumi juga berkontribusi terhadap pajak dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).
PGE berkontribusi memberikan 34 persen pendapatan bersih perusahaan kepada negara setiap tahun, termasuk juga penghasilan bagi daerah melalui bonus produksi sebesar satu persen penjualan uap atau 0,5 persen dari penjualan listrik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Terjang Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Sigambal Dampingi UMKM hingga Naik Kelas
-
Kapan Pemadaman Listrik di Sulsel Berakhir? Ini Kata Gubernur Andi Sudirman
-
Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
-
800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan
-
Berdiri Selama 20 Tahun, 3 Bangunan di Biringkanaya Akhirnya Dibongkar