SuaraSulsel.id - Pandemi COVID-19 membuat aktivitas anak-anak terbatas. Hal itu pastinya akan menggagu kesehatan seorang anak.
Namun demikian, penerapan pembatasan mobilitas pada anak juga bertukuan guna mencegah penyebaran virus COVID-19.
Ahli Gizi Dr Rita Ramayulis, DCN, M.Kes menjelaskan setidaknya ada tiga masalah kesehatan yang kerap ditemui pada anak, khususnya di usia sekolah dasar di antaranya.
"Pertama rendahnya paparan sinar matahari sehingga anak akan rentan defisiensi vitamin D3. Kedua kurang gerak, sehingga berisiko kelebihan berat badan," kata ketua ketua Indonesia Sport Nutricionist Association (ISNA) dilansir dari ANTARA Sabtu (24/7/2021).
Masalah lain adalah konsumsi jajanan minim protein, vitamin dan mineral.
Kondisi itu menurut Rita mengkhawatirkan, mengingat defisiensi protein dan vitamin D3 menjadi salah satu penyebab imunitas turun, sehingga anak mudah terpapar virus berbahaya.
Selain dengan mengonsumsi gizi seimbang, aktif bergerak, dan mendapatkan paparan sinar matahari, pemilihan asupan tambahan atau jajanan yang kaya protein dan vitamin D, menjadi solusi yang penting dilakukan.
"Sebagai salah satu sumber asupan yang kaya akan protein dan sumber vitamin D, susu memberikan manfaat yang dibutuhkan tubuh anak, untuk dapat bertahan dalam situasi pandemi seperti saat ini," kata dia.
Bagi orang tua yang khawatir terkait produk-produk dengan kandungan gula, garam dan lemak yang biasa dijual di pasaran, Rita mengatakan sebaiknya para orang tua lebih jeli membaca label pada kemasan produk.
Baca Juga: Kasus RSV 8 Kali Lebih Tinggi Pada Anak
"Kehadiran produk dengan kandungan gula, garam dan lemak yang aman, dan telah mendapatkan label pilihan lebih sehat, dapat memudahkan orang tua dan anak dalam memilih asupan atau jajanan yang lebih baik," katanya.
Terkait perlindungan kesehatan pada anak, penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan mengonsumsi pilihan lebih sehat adalah keharusan.
Ia juga mengimbau kepada orang tua untuk juga memberikan edukasi pada anak tentang cara memilih jenis asupan yang baik bagi tubuh, dimulai dari memperhatikan logo dan informasi gizi yang tertera pada kemasan.
Melonjaknya kasus penularan COVID-19 pada kelompok usia anak tentu menjadi perhatian kita bersama. Selain dengan tegas menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan menerapkan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Membatasi mobilitas), mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan asupan yang lebih sehat penting untuk dilakukan - sebagai pertahanan dasar untuk memperkuat daya tahan tubuh dari dalam.
Frisian Flag Indoneisa, FFI, menerapkan logo "Pilihan Lebih Sehat" pada produk siap konsumsi FF Milky ukuran 115ml dan 180ml yang hadir dalam varian rasa cokelat dan stroberi dengan karakter Zuzhu dan Zazha yang disukai anak-anak.
Produk yang mendapatkan logo ini berarti telah memenuhi persyaratan dari BPOM terkait kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih sehat dari produk lain tanpa logo centang hijau, dan aman dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Malam Pintu Langit Dibuka
-
Tawuran Lagi! Satu Warga Tewas di Makassar
-
Jokowi Turun Gunung untuk Demi PSI: Saya Masih Sanggup Sampai Kecamatan!
-
Sosok Salim S. Mengga yang Wafat di Makassar, Rekan Seangkatan Presiden Prabowo di Akmil 1974
-
Pertemuan Buntu, Mahasiswa Luwu Ancam Kembali Blokade Trans Sulawesi